JOGJA-Manajemen PSIM Jogja akhirnya mendaftarkan susunan manajemen tim dan panpel kepada PT Liga Indonesia (PT LI). Hal tersebut dilakukan setelah tim caretaker pengampu Laskar Mataram-julukan PSIM Jogja memutuskan sosok-sosok yang duduk di pos-pos yang ada di manajemen.Untuk posisi ketua umum (Ketum) atau presiden klub, Kardi SH yang selama ini menjabat sebagai koordinator tim caretaker akhirnya mengambil posisi tersebut.
Dalam menjalani tugasnya sebagai sebagai orang nomor satu di PSIM, Kardi bakal dibantu oleh Dessy Arfianto (ketua harian), Tofri Hilman (sekretaris), Bagyo Irianto (direktur teknik), Ipung Purwandari (direktur keu-angan), M Dimas Wicaksono (direktur bisnis), dan Beni Purwoko (direktur operasional).
Sedangkan untuk susunan teknis, Agung Damar Kusumandaru dan Antonius Fokky Ardiyanto menjabat sebagai manajer dan asisten manajer. Dua orang anggota DPRD Kota Jogja tersebut ditopang oleh Brustam Isanto (general coordinator), Dirwan (dok-ter tim), dan Janu Riyanto (media officer).
Jika melihat susunan manajemen saat in, sama sekali tidak terlihat orang-orang lama seperti Dwi Irianto, Jarot Sri Kastawa, Iriantoko Cahyo Dumadi maupun Ajiek tar-midzi. Ipung, selaku orang yang saat ini berada di manajemen mengatakan sosok-sosok yang ada di manajemen lama sedang memilih untuk beristirahat.
Namun me-reka berkomitmen untuk tetap ikut mem-bantu Laskar Mataram.”Jika dilihat dari susunan manajemennya, memang orang baru semua. Ada juga orang lama tapi baru seperti mas Dessy. Ya, selain karena alasan penyegaran, manajemen lama memang memilih untuk istirahat dulu dari PSIM,” jelasnya.
Terkait susunan panpel, Ipung akhirnya ditunjuk menjadi ketua. Menjadi wakil Ipung adalah Kasdim Kota Jogja Mayor (Inf) Suwarno. Sedangkan perangkat lain di Panpel adalah Ari Darmawan (sekretaris), Faradila (bendahara), Kapten Ronang S (koordinator bidang tiket), M Dimas Wicaksono (koordinator bidang komersial) dan Rahmad Hidayat (koordinator bidang umum).
Di bagian lain, PSIM juga baru saja membuat deal besar terkait pengadaan kostum saat berlaga di kompetisi Divisi Utama 2015. Manajer Agung Damar mengatakan jersey PSIM tahun ini akan dibuat oleh salah satu perusahaan apparel asal Jakarta, Salvo.
Selain jersey, kata Agung Damar, Salvo juga menyediakan alat-alat olahraga lain. “Ya be-berapa waktu lalu saya pergi ke Jakarta untuk membicarakan kerja sama apparel. Hasilnya kami bisa deal dengan Salvo.
Namun, pria yang juga ketua umum (Ke-tum) perkumpulan klub amatir SO Takrib tersebut menyatakan, ada satu hal yang belum disepakati PSIM dengan Salvo, yai-tu masalah harga jual kaos replica. Menurut Agung Damar, harga jersey replica ini di-banderol Salvo dengan harga terlalu mahal.”Tinggal penjualan kaos replika saja yang belum sepakat. Ya mudah-mudahan dalam waktu dekat hal tersebut menemukan titik terang,:” jelasnya.
Salvo juga memasok apparel untuk be-berapa klub ISL. Salah satunya tim pro-mosi asal Samarinda, Pusamania Borneo FC. (nes/din/ong)