IKHWANUDIN/DWI AGUS/RADAR JOGJA
KETAT: Center SMAN 1 Kalasan Annisa Tiara Kartika berusaha keras melewati hadangan guard SMAN 1 Jogja Ayifa Rahmatika. Foto atas, ekspresi pemain SMAN 1 Jogja usai kekalahan kemarin
STATUS SMAN 1 Kalasan (Saka) sebagai salah satu tim tradisional di ajang Honda DBL Jogjakarta Series terbukti. Ya, tim yang di masa lalu sempat mencicipi babak fantastic four ini berhasil lolos dari lubang jarum untuk membuka peluang mereka maju ke big eight Honda DBL Jogjakarta Series 2015.Menghadapi SMAN 1 Jogja (Teladan), Saka memulai pertan-dingan dengan sangat baik. Membuat Teladan bermain tidak nyaman di kuarter pertama, tim asuhan Rahmad Hardiyanto ini unggul 8-0
Sayang memasuki kuarter ke-dua, performa Saka justru men-urun. Ini dimanfaatkan betul oleh Teladan memperkecil ke-dudukan ke angka 6-13.Kuarter ketiga benar-benar menjadi mimpi buruk bagi Saka. Di kuarter ini giliran mereka yang mengalami scoreless. Sembilan angka tambahan yang yang di-bukukan Teladan membuat Saka balik tertinggal 13-15.Namun, Saka membuktikan kalau mereka memang memi-liki mental baja. Hingga pertan-dingan memasuki satu menit terakhir, mereka tertinggal tiga angka 14-17.
Tetapi kebulatan tekad yang dimiliki Saka mem-buat semua hal yang terlihat mustahil bisa terjadi. Sumbangan satu angka Shyca Auralia dan dua angka Annisa Tiara Kartika membawa Saka menyamakan kedudukan 17-17. Skor ini ber-tahan sampai berakhirnya ku-arter empat sehingga laga ter-paksa diakhiri dengan overtime (OT).Di babak OT, Saka mengalami hal yang sama dengan kuarter empat. Dua menit terakhir OT, Saka tertinggal dua poin 18-20.
Namun lagi-lagi Saka tidak panik dengan keadaan. Dua angka dari Nanda Ardya tenova membawa Saka meny-amakan kedudukan 20-20. Di satu menit terakhir OT secara mengejutkan lay up shoot An-nisa Tiara masuk ke ring Teladan. Skor berubah jadi 22-20. Berba-lik tertinggal, Teladan berjuang mati-matian kembali menyama-kan angka. Sayang upaya terse-but gagal. Saka pun menang tipis dan menggagalkan asa Te-ladan mengunci tiket big eight.
Ya, bagi Teladan kemenangan kemarin sudah cukup mengan-tar mereka ke fase knockout. Sebab, pada laga perdana Tela-dan menang dari SMAN 1 Kasi-han (Tirto).”Sangat disayangkan tiket big eight yang sudah di depan mata melayang. Kami masih punya peluang lolos tapi harus bergan-tung pada hasil Saka v Tirto,” kata pelatih Teladan Ante Wahyu.
Di kubu Saka, Rahmat menga-takan kesulitan mengalahkan Teladan disebabkan kurang fit-nya pemain andalannya Nandya Ardya Tenova. Karena baru saja sembuh dari cedera, Nandya tidak bisa membukukkan menit bermain maksimal. “Otak per-mainan kami ada di Nandya. Dia baru saja mengalami ke-celakaan. Sehingga harus sering-sering saya tarik,” tukasnya.
Rahmat juga memberikan acungan jempol pada mental bertanding Saka. Tanpa men-tal mumpuni, sangat musta-hil Saka dapat membalikkan kedudukan di sisa waktu sem-pit. “Itulah, mental bertanding anak-anak memang sangat hebat. Laga terakhir kami akan menghadapi SMA Tirto. Se-moga saja laga ini lebih mu-dah dimenangkan,” jelasnya. (nes/din/ong)