FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA
ANTISIPASI: Diskoperindag mengawasi lebih ketat atas peredaran buah apel Granny Smith dari Amerika Serikat dan Royal Gala asal Prancis di Kota Magelang. Sejauh ini tidak ada pedagang yang menjual kedua jenis apel tersebut.
MAGELANG – Peredaran Buah Apel Granny Smith dari Amerika Serikat dan Royal Gala asal Prancis di Kota Magelang menjadi perhatian pemda setempat. Melalui Dinas Koperasi Per-industrian Perdagangan dan UMKM (Diskoperindag) Kota Magelang, bakal diperketat pengawasan terhadap apel yang dilarang beredar. Karena, diduga terkontaminasi Bakteri Listeria Mono-cytogenes.Buktinya, Diskoperindag melakukan razia ke sejumlah toko buah dan supermarket.
Meski tidak ditemukan penjualan apel yang dimaksud, dari pengakuan manajemen Superindo Su-permarket, disebutkan pengelola su-permarket tersebut sempat men jualnya. Namun, sekarang sudah ditarik.”Kami tidak menemukannya di kios-kios pinggir jalan. Tapi pihak Super-indo sempat mengaku, sudah menarik beberapa jenis apel sejak merebaknya isu buah apel asal Amerika dan Pran-cis yang terkontaminasi bakteri,” ungkap Kepala Diskoperindag Isa Ashari kemarin (29/1).
Isa meneruskan, adanya larangan peredaran buah apel tersebut dirasa cukup meresahkan masyarakat. Meski hakikatnya, pelarangan tersebut hanya berlaku bagi buah apel yang diimpor pada Februari 2015.”Karena itu, kami merasa perlu melakukan cek langsung di lapangan, apakah buah itu ada atau tidak. Ter-nyata penjual mengaku tidak menjual buah yang dimaksud,” jelasnya.
Sinta, 45, penjual buah di Jalan Ikhlas mengemukakan, sudah mengetahui adanya kabar buah berbakteri jahat tersebut. Akan tetapi, selama ini ia tidak pernah menjual jenis buah itu.”Dari dulu saya tidak jual buah merek itu. Mungkin adanya hanya di Jakarta. Karenanya, ketika ada rame-rame buah berbahaya, saya tidak kaget dan khawatir lagi. Kalau nanti ada, pasti saya menolak menjualnya,” jelasnya.
Store Manager Superindo Magelang Yosaphat Prasetyo menyatakan, telah menarik dua jenis apel sejenis Grany Smith dan Royal Gala. Ia yakin, dua apel tersebut aman dikonsumsi, karena bukan apel dari California yang terindikasi bakteri Listeria monocytogen.”Apel yang kami tarik berasal dari Washington, bukan dari California. Walaupun sejenis dengan Granny Smith dan Royal Gala. Ini sebagai antisipasi, karena informasinya masih simpang siur. Kami akan jual atau tidak apel, sampai benar-benar sudah ada hasil laboratorium dari pihak berwenang,” katanya.
Prasetyo tidak menampik isu bakteri tersebut juga mempengaruhi pen jualan apel jenis lainnya. Diakui, sejak se-pekan lalu penjualan buah apel me-nurun. Sejauh ini, pihaknya belum bisa menghitung rinci angka penuru-nannya. (dem/hes/ong)