ZAKKI MUBAROK/RADAR JOGJA
SELAMAT: Yulianto Aji dirawat di klinik Dharma Husada. Kondisinya lemas karena terlalu banyak terminum air.
KRETEK – Pantai Parangtritis nyaris memakan korban. Seorang wisatawan bernama Yulianto Aji Wibowo, 19, tenggelam dan terseret gelombang hingga se-kitar 300 meter dari bibir pantai, kemarin (29/1). Beruntung, nyawa wisatawan asal Sambi, Boyolali, Jawa Tengah ini ber-hasil diselamatkan Tim SAR Pantai Parangtritis.
Komandan Tim SAR Pantai Pa-rangtritis Ali Sutanto Joko Sapu-tro menceritakan, tenggelamnya seorang wisatawan ini terjadi se-kitar pukul 12.30. Kala itu Aji bersama tiga temannya tengah asyik mandi di pantai. Celakanya, keempat pemuda ini mandi per-sis di depan palung. Akibatnya, ketika gelombang laut setinggi tiga meter menyapu mereka pun langsung terseret ke tengah. “Ke-tiganya bisa kami selamatkan setelah lima menit kemudian,” terang Ali.
Tim SAR kesulitan menyelamat-kan Aji karena terseret hingga ke tengah laut. Ini karena kondisi gelombang laut di pantai selatan mencapai tiga meter. Untuk me-nyiasatinya, Tim SAR pun akhir-nya menerjunkan tum surfing dan meminta bantuan paramotor. “Paramotor kami minta untuk menurunkan pelampung ke arah korban,” ujarnya.
Korban yang masih sadar ini kemudian menggunakan pelam-pung tersebut. Lalu, Tim SAR dengan menggunakan perahu jukung dapat mengevakuasi kor-ban setelah kondisi gelombang laut mereda. “Berhasil kami eva-kuasi sekitar pukul 13.30,” jelasnya.Menurutnya, kondisi Aji lemas karena terlalu banyak meminum air laut. Oleh Tim SAR, dia ke-mudian dibawa ke klinik Dharma Husada untuk mendapatkan pe-rawatan medis. “Gelombang pantai selatan saat ini cukup mem-bahayakan karena anginnya juga kencang,” tandasnya.
Berdasar keterangan tim medis, Aji membutuhkan perawatan intensif, meskipun kondisinya sadarkan diri. Bahkan, tim medis pun juga menyarankan agar Aji menjalani rawat inap. “Kalau kondisinya belum memungkin-kan ya harus rawat inap,” jelas seorang perawat klinik Dharma Husada.(zam/din/ong)