FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA
IKUT-IKUTAN: Sejumlah LSM di Kota Magelang yang mengadakan pertemuan di RM Bu Tatik Mertoyudan, beberapa waktu lalu.
MAGELANG – Isu yang menyeruak soal pengkondisian proyek-proyek di Kota Magelang membuat sejumlah pihak mencari selamat. Mereka berusaha cuci tangan dari isu tersebut.Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Magelang Deddy Eko Sumarwanto mengaku, tidak tahu menahu soal tersebut. Di sisi lain, saat jumpa pers di RM Bu Tatik Mertoyudan, Rabu lalu (28/1), Direktur LSM Lembaga Kajian Otonomi Daerah (LKOD) Magelang M Abdurrohman jelas menyatakan, ada dugaan peng-kondisian dalam proyek-proyek yang dilaksanakan Pemkot Magelang.”Saya tidak tahu soal itu (peng-kondisian),” kata Deddy via sambungan telepon, kemarin sore (30/1).
Di akhir pernyataannya, Deddy yang bersikukuh tidak tahu menahu, sempat meminta koran ini menanyakan hal tersebut pada salah satu rekanan Pemkot Magelang. “Silahkan tanya Mas Kun (Kun Wirawiyasa),” pintanya.
Kun Wirawiyasa sendiri meru-pakan Ketua Asosiasi Kontraktor Umum Indonesia (Askumindo) BPK Kota Magelang. Saat dikon-firmasi soal dugaan pengkon-disian proyek, pria asal Karang-gading Rejowinangun Selatan ini juga mengaku tidak tahu.”Untuk pekerjaan-pekerjaan atau proyek-proyek 2014, saya tidak tahu hal tersebut. Saya tidak pernah diajak rapat. Asosiasi kami cuma kecil mas,” kata Kun.
Kun memprediksikan, asosiasi yang diajak rapat adalah asosiasi yang lebih besar dari Askumin-do. “Mungkin asosiasi-asosiasi besar yang diajak rapat dan punya komitmen itu (pengkondisian),” kilahnya.Saat ditanya, apakah ia tahu soal pengkondisian proyek sebelum tahun 2014, Kun hanya tersenyum. “Kalau soal itu, saya no comment,” katanya.
Saat pertemuan LSM Kota Magelang Rabu lalu (28/1), Kun Wirawiyasa memang ikut hadir. “Saya hanya diundang Pak Abdurohman,” katanya singkat.
Sebelumnya, sejumlah LSM di Kota Sejuta Bunga membeber masalah pembagian kompen-sasi sebagai bentuk pengkon-disian proyek-proyek. Mereka mengaku bakal diberi kompen-sasi sebesar satu persen. Dari pertemuan tersebut, sejumlah LSM tersebut sepakat me-nolaknya.”Iya benar, ada rumor soal LSM akan diberi satu persen untuk mengamankan proyek-proyek (APBD) 2014. Tapi kami tolak,” kata Direktur LSM Derap PKM Singgih Priyono.
Selain Abdurrohman dan Singgih, hadir juga pimpinan beberapa LSM di Kota Magelang.Di antaranya, Pimpinan LSM Masyarakat Kota (Maskot) Suharto dan Kun Wira Wiyasa, Pimpinan LSM Garda Lima Sularto, Pim-pinan LSM Garuda Bambang Tedjo dan Pipin, dan beberapa orang lainnya.Abdurrohman menegaskan, selama 2014, Pemkot Magelang sudah melakukan proyek pembangunan di sejumlah tempat.
Tapi, ada beberapa yang gagal lelang dan proyek ter tunda. Seperti Pasar Stres, BLK, dan Sidatan Trio.”Kami juga prihatin dengan tidak meratanya pembagian proyek. Ada indikasi lelang dikon-disikan bagi salah satu LSM atau asosiasi. Padahal, ada belasan asosiasi yang mengajukan penawaran.” (dem/hes/ong)