JOGJA – Kejati DIJ nampaknya tak ingin mengulur-ulur pengusutan kasus dugaan ko-rupsi hibah Persiba senilai Rp 12,5 miliar. Setelah mendapat catatan dari tim jaksa pe-neliti, tim penyidik langsung segera melen-gkapi berkas tersangka Dahono dan Maryani.
Untuk melengkapi berkas itu, penyidik me-manggil dan memeriksa tersangka Dahono dan belasan saksi seperti mantan Kepala DP-KAD Bantul Bejo Utomo dan Abu Dzarin Noorhadi; mantan Kepala Kantor Pemuda dan Olahraga Edy Bowo Nurcahyo (EBN); mantan Kasi Olahraga Kantor Pemuda dan Olahraga Singgih Riyadi; pengurus KONI Ban-tul Sumiharto; Manajer Persiba Wikan Werda Kisworo; dan Wakil Manajer Persiba Briyanto.”Para saksi diperiksa untuk melengkapi ber-kas tersangka Dahono,” kata Azwar, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati DIJ (29/1).
Pemeriksaan saksi itu untuk memenuhi pe-tunjuk jaksa peneliti yang menyatakan berkas tersangka Dahono dan Maryani terdapat ke-kurangan keterangan saksi-saksi, sehingga berkas belum bisa dinyatakan lengkap (P-21). Materi pemeriksaan seputar penganggaran, pencairan dan penggunaan dana hibah yang diterima Persiba senilai Rp12,5 miliar.”Mereka diperiksa secara terpisah. Tersang-ka EBN juga ikut diperiksa, tapi sebagai saksi untuk Dahono,” terang Azwar.
Ditemui di sela-sela pemeriksaan, Singgih men-gatakan, dirinya ditanya seputar dana hibah yang diterima Persiba. “Ditanya soal hibah Persiba, sepertinya untuk melengkapi berkas,” kata Singgih.Kasus dana hibah Persiba ini menyeret em-pat orang sebagai tersangka, yaitu Ketua Umum Persiba HM Idham Samawi dan mantan Ke-pala Kantor Pemuda dan Olahraga Bantul Edy Bowo Nurcahyo. Kemudian Direktur PT Aulia Trijaya Mandiri Maryani dan Bendahara 1 Persiba Dahono. (mar/laz/ong)