YOGI ISTI P/RADAR JOGJA
JUMAT BERSIH: Sekitar 200 personel dari pegawai kantor kecamatan Prambanan, anggota Kodim Sleman dan Klaten, serta staf PT Taman Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko membersihkan Taman Perdamaian Prambanan, kemarin (30/1). Diharapkan taman ini bisa menjadi pusat kuliner.
PRAMBANAN – Tak sedikit taman dan ruang terbuka publik di wi-layah Sleman berubah fungsi. Bukan lagi sebagai sarana re-kreasi keluarga atau kegiatan-kegiatan positif lainnya. Itu akibat tak adanya perawatan atau per-hatian dari pemerintah maupun masyarakat. Banyak taman justru menjadi tempat nongkrong siswa bolos sekolah atau berpacaran. Bahkan, menjadi sarana ajang vandalis-mene.
Salah satunya di Taman Perdamaian Prambanan yang berlokasi tepat di depan kantor kecamatan setempat. Camat Prambanan Abu Bakar mengatakan, sejak dibangun hingga sekarang, kondisi Taman Perda-maian terbengkalai. Pekarangan ditumbuhi rumput liar, pohon tak terawat, dan tumpukan sampah menjadi pemandangan “menakjub-kan” di lokasi itu. Lampu-lampu penerangan yang cukup banyak sebagian mati dan rusak. “Taman ini sebenarnya cukup bagus. Jika difungsikan semesti-nya tentu akan mendukung ke-indahan lingkungan,” ujarnya, kemarin (30/1).
Dengan sedikit pembenahan dan perawatan, Abu Bakar opti-mistis, Taman Perdamaian bukan saja bakal menjadi salah satu ikon di wilayah perbatasan Sleman dan Klaten, Jawa Tengah. Taman itu juga bakal bermanfaat sebagai tempat istirahat dan bersantai bagi pengendara yang melintas di Jalan Raya Prambanan.
Abu Bakar menengarai, taman tersebut terbengkalai akibat tak adanya kejelasan tentang pihak yang memiliki kewenangan pe-meliharaan. “Taman itu kan di-bangun oleh Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DIJ,” bebernya.
Selama ini, lanjut Abu Bakar, pihak kecamatan belum mene-rima pelimpahan kewenangan untuk memelihara Taman Per-damaian. Kendati begitu, Abu Bakar berpikiran kedepan, taman tersebut akan dikelola untuk me-nata keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang banyak tersebar di wilayah Prambanan. Harapannya, taman tersebut nantinya bukan sekadar pendu-kung keindahan kota Kecamatan Prambanan saja.
Tapi juga men-jadi salah satu pusat kuliner khas Sleman. Terlebih, lokasi taman tersebut tak jauh dari Taman Wi-sata Candi Prambanan yang ter-kenal itu. Bukan tidak mungkin, Taman Perdamaian nantinya juga bisa menjadi daya tarik wi-satawan.Dalam rangka perawatan ruang publik, Abu Bakar mengerahkan sekitar 200 personel untuk mem-bersihkan lingkungan taman.
Se-lain pegawai kantor kecamatan setempat, juga melibatkan ang-gota Kodim Sleman dan Klaten, serta staf PT Taman Candi Boro-budur, Prambanan, dan Ratu Boko. Turut terlibat paguyuban PKL Pram-banan, tukang ojek, serta anggota Koramil dan Polsek Prambanan. “Taman Perdamaian menjadi sa-saran dalam program Jumat Bersih,” terangnya. (yog/ila/ong)