ADIDAYA/RADAR JOGJA
LANGKAH POSITIF: Prosesi deklarasi Pelajar Bersatu oleh siswa-siswi SMK Muhammadiyah Bandongan dan SMK Negeri 1 Windusari disaksikan camat dan para Muspika Windusari (30/1).
MUNGKID – Langkah positif dilakukan dua sekolah tingkat SMK di Kabupaten Magelang, SMK Muhammadiyah Bandongan dan SMK Negeri 1 Windusari. Di tengah peristiwa pelajar tawu-ran, siswa-siswi dua sekolah itu sepakat melakukan aksi damai. Keduanya menggelar acara apel berupa Deklarasi Pelajar Bersatu.
Yang patut diacungi jempol, Deklarasi Pelajar Bersatu ini merupakan inisiatif para pelajar sekolah tersebut. Pemrakarsanya dari dua pihak, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMK Mu-hammadiyah Bandongan, dan OSIS SMK Negeri 1 Windusari.”Isi dari pakta Pelajar Bersatu adalah senantiasa menjunjunggi tinggi nama baik sekolah. Bila melakukan tindakan kriminal, akan ditindak sesuai aturan sekolah masing-masing,” kata Ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMK Muhammadiyah Bandongan Ahmad Alfian (30/1).
Selain perjanjian pakta Belajar Bersatu, juga dilakukan apel ber-sama, yang diikuti siswa SMK Muhammadiyah Bandongan dan SMK Megeri 1 Windusari. Pada apel tersebut, bertindak selaku pemimpin upacara adalah Camat Windusari Shiha Bidin. Bahkan ikut menyaksikan dekla-rasi ini, para Muspika Kecamatan Windusari dan Bandongan, di antaranya Kapolsek Windusari dan Bandongan, Danramil Windusari dan Bandongan, Kepala SMK Muhammadiyah Bandongan Drs Sularta MPd dan Kepala SMK Negeri 1 Windusari Ir Siti Jariyah MPd, serta para guru dari kedua sekolah.
Camat Windusari Shiha Bidin mengapresiasi acara deklarasi ini. Menurutnya, IPM SMK Muham-madiyah Bandongan dan OSIS SMK Negeri 1 Windusari telah me lakukan tindakan tepat dengan berinisiatif melakukan deklarasi damai ter-sebut.Acara dilanjutkan penandata-nganan pakta Pelajar Bersatu oleh Ketua IPM SMK Muhammadiyah Bandongan, dan Ketua OSIS SMK Negeri 1 Windusari. (ady/hes/jko/ong)