YOGI ISTI PUJIAJI/RADAR JOGJA
HIMPITAN EKONOMI: Rumah Martono yang dibakar sendiri. Foto kiri, Kapolsek Kompol Agus Zaenudin menunjuk tulisan yang tinggalkan almarhum.

Tinggalkan Pesan, Omah Sing Gawe Aku Tak Obong

Himpitan ekonomi kerap menjadi alasan seseorang mengakhiri hidup secara tidak wajar. Seperti yang dilakukan Martono, warga Dusun Perengkembang, Balecatur, Gamping, Sleman, dinihari kemarin (30/1).
YOGI ISTI PUJIAJI, Sleman
DIDUGA lantaran hidup miskin dan me-rasa tak diperhatikan oleh anak-anaknya, kakek berusia 65 tahun itu nekat gantung diri di sumur tetangga tak jauh dari rumah-nya. Ironisnya, sebelum mengakhiri hidup-nya, Martono membakar rumahnya sen-diri hingga ludes.
Semula warga sekitar hanya tahu bahwa rumah Martono terbakar. Laporan itulah yang disampaikan kepada polisi. Hal itu dianggap kejadian wajar. Kematian Martono terungkap saat warga berupaya me-madamkan api dengan mengambil air dari sumur. Di situlah warga menemukan jasad Martono tergantung seutas tali yang di-julurkan dari tiang timba. Separo tubuh Martono masuk di lubang sumur
Dari sumur itu terungkap keter-kaitan antara peristiwa terbakarnya rumah dan kematian Martono. Setidaknya, hal itu diketahui dari tulisan di dinding tembok rumah salah seorang warga tak jauh dari sumur. Tulisan itu ber-bunyi: “Omah sing gawe aku tak obong (rumah yang saya buat, saya bakar, Red)”.
Warga setempat menduga tuli-san itu adalah pesan yang disam-paikan Martono kepada anak-anaknya. Pernyataan itu dikuatkan dengan kondisi jasad Martono yang mengalami tanda luka bakar pada bagian kaki dan rambut.Kapolsek Gamping Kompol Agus Zaenudin menyimpulkan, kasus ini murni kasus bunuh diri. “Tak ada tanda-tanda peng-aniayaan di tubuh korban,” ung-kap Zaenudin disela olah tempat kejadian perkara (TKP).
Menurut Zaenudin, bunuh diri dan rumah terbakar atas ke-sengajaan yang dilakukan Mar-tono. Itu berdasarkan keterang-an para saksi dan sejumlah barang bukti. “Kesimpulan sementara seperti itu,” ujar Kapolsek.Jasad korban kemudian die-vakuasi dan dibawa ke rumah salah satu anaknya, tidak jauh dari TKP. Jenazah Martono pun segera dimakamkan pada hari itu. (*/laz/ong)