ADYDAYA/RADAR JOGJA
DISIAPKAN SISTEM BARU: Tumpukan sampah di TPSA Desa Pasuruhan, Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Area ini akan diperluas, namun disiapkan sistem pengolahan yang baru dengan landfill. Dengan sistem ini, sampah dikubur, kemudian limbah air yang dikeluarkan ditampung untuk dikelola sehingga memiliki manfaat
MUNGKID – Di mana-mana permasalah sampah, menjadi per-soalan serius. Tak terkecuali di Kabupaten Magelang. Agar masa-lah sampah ini tak lagi men cemari lingkungan, Pemkab Magelang berencana mengolahnya dengan sistem landfill. Sampah yang ada akan dikubur, kemudian limbah air yang dikeluarkan akan ditam-pung untuk kemudian dikelola menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Energi dan Sumber Daya Mineral (DPU ESDM) Kabupaten Magelang Sutarno mengatakan, Pemkab Magelang tetap akan perluas area tempat pembuangan sampah akhir (TPSA) di Desa Pasuruhan, Ke-camatan Mertoyudan. Meski diperluas, Sutarno mem-berikan garansi tidak akan meng-ganggu masyarakat.
Sebab, jika selama ini pembuangan sampah masih menggunakan sistem open dumping, maka dengan program yang baru ini dengan sistem landfill. “Dengan sistem ini, pencemaran udara atau lingkungan bisa di-eliminasi,” ujarnya.
Dijelaskan, dari hasil evaluasinya, dengan cara lama yakni sistem open dumping, selalu muncul pence-maran lingkungan sekitar TPA. Apa lagi saat musim penghujan, me-nyebabkan meningkatnya jumlah cairan dari tumpukan sampah. “Namun dengan sistem landfill, sampah yang datang akan dikubur. Kemudian, limbah air yang dikelu-arkan akan ditampung untuk ke-mudian dikelola menjadi materi lain yang bermanfaat,” tandasnya.
Menurutnya, sistem landfill atau mengubur sampah ini, sudah ba-nyak dikembangkan di daerah lain. “Di daerah lain tersebut, terbukti banyak yang berhasil meminimali-sir pencemaran lingkungan,” ujarnya.Dikatakan, selama ini produksi sampah di Kabupaten Magelang, setiap hari mencapai 50 ton. Dengan kenyataan tersebut, membuat TPSA di Desa Pasuruhan over load. Sehingga diperlukan penambahan ruang baru dengan cara memper-luas area, sambil menunggu realisasi TPA Regional yang direncanakan tahun 2018 mendatang.
Pembangunan TPSA Regional rencanannya akan dibangun di Kecamatan Tempuran. Pem-bangunannya akan beralngsung 2017-2018. “TPSA Regional ini, akan menampung seluruh sampah dari 21 kecamatan di Kabupaten Magelang,” ujranya. Terpisah, anggota DPRD Kabu-paten Magelang Hibatun Wafiroh meminta DPU ESDM proaktif mela-kukan komunikasi dengan warga. Sebab persoalan sampah, sangat sensitif.
Pihaknya mendukung langkah DPU melakukan kajian pengelolaan sampah secara land-fill. Lebih dari itu dia berharap agar sistem tersebut bisa bermafaat bagi warga setempat. Untuk diketahui, pengelolaan sampah di TPSA Kecamatan Mer-toyudan sempat ditolak warga sekitar. Sebagai bentuk penolakan, warga Pasuruhan dan Deyangan yang terdampak TPSA, menggelar aksi unjuk rasa. Mereka menolak dilakukan perluasan pembuangan sampah itu. Alasannya warga akan semakin terganggu aktivitasnya. (ady/jko/ong)