JOGJA – Layanan dari Palang Merah Indone-sia (PMI) DIJ mulai berkembang tidak hanya donor darah saja. Organisasi kemanusiaan tersebut kini juga serius mengembangkan tem-pat pengobatan yang selama ini berada di Kantor PMI DIJ, Jalan Wa-tes, Pelem Gurih, Gamping, Sleman.Dalam Musyawa-rah Kerja Daerah (Mukerda) tahunan di salah satu hotel di Jalan Magelang, kemarin (1/2), pe-ngembangan balai pengobatan itu le-bih luas mengemuka. Beberapa perwakilan anggota PMI dari kabupaten dan kota mengu-sulkan kepengurusan PMI DIJ periode 2011-2016 ini bisa menelurkan karya besar
“Kalau bisa di kepengurusan Pak Herry Zudianto, Ketua PMI DIJ) ada karya monumental se-buah rumah sakit,” usul salah seorang pengurus dari PMI Ka-bupaten Gunungkidul.Usulan itu langsung menda-patkan respons positif dari pen-gurus PMI DIJ.
Sekretaris PMI DIJ Kamaludin Hasibuan men-gatakan, akan menindaklanjuti usulan tersebut menjadi ren-cana kerja PMI DIJ. “Semua bidang perlu membahas ini,” tuturnya.
Jika usulan itu bisa terealisasi menjadi rumah sakit, kata Kamal, sapaan akrabnya, akan sangat membantu masyarakat. Terlebih saat ini kebutuhan berobat ma-syarakat juga semakin tinggi. Ini terlihat dari beberapa rumah sakit baik di daerah maupun di DIJ yang rawat inapnya penuh.Ketua PMI DIJ Herry Zudianto menambahkan, pengembangan rumah sakit PMI saat ini memang menjadi salah satu cita-cita ke-pengurusannya.
Hanya saja, HZ, panggilannya, tak serta merta merencanakan untuk mem-bangun rumah sakit.Wali Kota Jogja dua periode ini mengatakan, yang kini tengah mereka upayakan adalah mengembangkan balai pengo-batan yang ada di Ring Road Barat menjadi layanan rawat inap. Jika selama ini hanya balai pengobatan tak menerima rawat inap, ke depan hal itu bisa di-kembangkan. (eri/laz/ong)