JOGJA – Jumlah titik genangan air di Kota Jogja terus berkurang setiap tahunnya. Berdasarkan data Dinas Pemukiman dan Prasarana Wi-layah (Kimpraswil) Kota Jogja, dari hasil pemetaan 2013 lalu ma-sih terdapat 51 titik genangan air saat turun hujan deras.Menurut Kepala Bidang Drainase dan Pengairan Dinas Kimpraswil Kota Jogja Aki Lukman, pada 2014 lalu pihaknya sudah bisa mengurangi setidaknya tujuh lokasi genangan dengan membangun beberapa sa-luran air hujan atau drainase di sejumlah lokasi. “Seperti di sisi ba-rat Jalan Batikan, di wilayah Nitikan, Jalan Soka dan Jalan Pakuncen,” ujarnya kemarin.
Pada 2015 ini, Dinas Kimpraswil Kota Jogja akan kembali menger-jakan beberapa saluran drainase untuk mengurangi genangan di Kota Jogja. Aki menambahkan, salah satu lokasi genangan yang sulit untuk ditangani berada di Jalan Atmosukarto, Kotabaru. Lo-kasi itu menjadi langganan ge-nangan apabila hujan lebat turun. Di sana tinggi genangan bisa men-capai 20 centimeter dengan lo-kasi yang cukup luas.
Selain dianggarkan melalui APBD Kota Jogja, Aki menyebut, pem-bangunan saluran air hujan dan drainase tersebut juga diusulkan melalui beberapa pos anggaran. Termasuk mengusulkan pembangu-nan drainase melalui dana keisti-mewaan (danais) untuk yang be-rada di kawasan Kotagede, yaitu di Jalan Modorakan dan di Jalan Kemasan. “Karena di sana kawasan heritage, bisa dibiayai dengan da-nais,” jelasnya.
Selain itu Dinas Kimpraswil Kota Jogja secara rutin juga mela-kukan kegiatan pelumpuran atau pengangkatan sedimen di saluran air juga ikut digiatkan. Bahkan sudah ada petugas swakelola yang rutin melakukan pelumpuran di sejumlah titik. Sedimentasi drai-nase jika tidak dibersihkan rentan mengakibatkan penyumbatan air. (pra/laz/ong)