FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA
ADA KLUBNYA: Lomba pameran burung berkicau bertajuk BMKM Cup Berkicau meriah, sekaligus promosi Desa Wisata Tidar Campur, Magelang Selatan.
MAGELANG – Lomba pameran burung berkicau bertajuk Bolo Manuk Kicau Magelang (BMKM) Cup Ber-kicau berlangsung meriah, kemarin (1/2). Ratusan peserta antusias mem-beri semangat pada burungnya yang digantung di gantangan di arena halaman Desa Wisata Tidar Campur, Magelang Selatan.Anggota panitia ajang kicau burung ini, Feri mengatakan, lomba kali ini BMKM membagi dalam empat kategori kelas. Yakni, kelas BOB yang diikuti burung jenis murai batu, love bird, cucak hijau, poci, dan kelas BMKM yang ditambah jenis cendet, cucak jenggot, dan kenari.”Untuk kelas Tidar, ada anis merah, murai batu, love bird, cucak hijau, poci, cucak jenggot, dan kenari. Sedangkan kelas favorit, ada ciblek, pleci A, B, dan C,” jelas Feri di sela-sela kegiatan
Dijelaskan, kegiatan ini juga se-bagai ajang meningkatkan tali sila-turahmi pencinta unggas, khususnya di eks-Karesidenan Kedu dan lain-nya.”Di sini, kami juga bisa bertukar pengalaman dalam hal peme liharaan burung,” tambahnya.
Dari tiap kelas kategori yang di-lombakan, disediakan hadiah piagam dan uang jutaan rupiah. Tak heran, ratusan peserta dari Magelang dan daerah lainnya, seperti Pekalongan, Semarang, Banyumas, dan Jogja-karta cukup antusias.Ajang lomba kicauan burung ini selain meningkatkan tali per-saudaraan penggemar burung, di-harapkan bisa mempromosikan Desa Wisata Tidar Campur, yang baru dicanangkan pada 2014.
Sejauh ini, kampung yang terletak di ujung selatan perbatasan dengan Kabupaten Magelang itu dikenal sebagai sentra produksi tahu.Ketua Komisi B DPRD Kota Magelang Waluyo yang hadir pada kesempatan tersebut meng apresiasi kegiatan tersebut.
Menurutnya, ada-nya kegiatan ini bisa mengenalkan potensi Desa Wisata Tidar Campur ke masyarakat luas. Selain itu, ajang kicau burung bisa dijadikan sarana edukasi pada masyarakat untuk mengenal macam jenis burung dan pelestariannya. Ditambahkan, politisi Partai Demo-krat ini menegaskan, penggemar seni burung berkicau di Magelang cukup banyak jumlahnya.
Bahkan, para kicau mania sudah membentuk komunitas atau klub pencinta burung dalam melestarikan burung bekicau.”Saya harap ada kepedulian Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan (Dispterikan) agar memberi wadah bagi pecinta kicau burung ini. Ini juga bagian dari pelestarian alam dan lingkungan,” katanya. (dem/hes/ong)