MAGELANG – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Magelang diminta mengabulkan seluruh gugatan dalam kasus perdata dugaan perbuatan melawan hukum (PMH) yang dilakukan Pemkot Magelang. Ini terkait soal pe-nempatan Kios Blok A nomor 1 Pasar Rejowiangun. Berdasar kesimpulan kuasa hukum penggugat, Dian Agusdiana SH, kios utama (KU) yang merupakan kios yang ditempati kliennya, Pemilik Toko Mas Gatotkoco Herry Chandra berbeda statusnya dengan kios yang ditempati Toko Mas Mustika.
Dian menegaskan, Toko Mas Mustika dan tiga kios lainnya berdiri di atas fasilitas umum Pasar Rejowinangun dengan nama Kios Berdikari (KB).”Lokasi yang dahulu adalah tempat berdirinya kios milik tergugat 1 (Toko Mas Mustika) saat ini men-jadi akses jalan masuk bagian barat Pasar Rejowinangun atau kembali menjadi fasilitas umum.
Sesuai SK Wali Kota Magelang Nomor 511.3/103/12/1987 ter-tanggal 20 Juni 1987 yang kemu-dian ada perpanjangan hak pakai kios berdikari (KB) hingga10 April 2010. Sewaktu-waktu dibutuhkan fasilitas umum yang digunakan harus kembali ke Pemkot Magelang. Artinya, fasum kembali fasum,” papar Dian Agusdiana kemarin (1/2).
Menurut Dian, berdasarkan Perda Kota Magelang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Pasar Tradisional dan Penataan Pembinaan Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern, disebutkan bila pasar tradisional direnovasi atau dibangun, penempatan kem-bali pedagang harus sesuai posisi dan los semula.Ini sesuai ketentuan pada pen-jelasan Pasal 12 ayat 1a. Bunyinya, sistem penunjukan dilakukan untuk penempatan kembali pedagang sesuai posisi kios dan los semula. Yakni bila pasar tradisional direnovasi atau dibangun.”Merujuk penjelasan Pasal 12 ayat 1a. Berdasarkan hukum pihak yang berhak untuk memakai atau menempati Kios Blok A Nomor 1 adalah penggugat II (Sri Sulistyo-wati) dan Kios Blok A Nomor 2 adalah penggugat I (Herry Chan-dra),” katanya.
Demikian pemberian atas Kios Blok A Nomor 7 dan Nomor 8 yang dilakukan tergugat III, berdasarkan pemberitahuan tergugat II me rupakan perbuatan yang ber-tentangan dengan penjelasan Pasal 12 ayat 1a PD No. 6/2011.”Karenanya, pihak yang berhak atas Kios Blok A Nomor 1 dan Nomor 2 adalah para penggugat. Maka, penguasaan tergugat I atas Kios Blok A Nomor 1 dan Nomor 2 tidak sah dan bertentangan dengan hukum,” tegasnya.
Dalam persidangan PN Magelang Selasa lalu (27/2), Majelis Hakim yang diketuai H Irwan Effendi SH MH menunda keputusan soal gugatan perdata Herry Chnadra dan Sri Sulistyowati terhadap Pem-kot Magelang soal penempatan kios di Pasar Rejowinangun. Dalihnya, belum detail mem pelajari berkasnya.”Berkasnya baru dipindah ke lap-top. Saya belum membaca detail. Saat ini, belum ada putusan,” kata Irwan Effendi didampingi Hakim Anggota Delta Tamtama SH MH dan Ernila Widi kartikawati SH.
Di persidangan, hadir kuasa hukum Slamet Santoso, pemilik Toko Mas Mustika yang oleh Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) diberi hak menempati Kios Blok A Nomor 1 selaku tergugat kedua. Termasuk kuasa hukum investor pem-bangunan kembali pasar, PT Putra Wahid Pratama dan PT Kuntjup Salatiga (JO), yang menjadi ter gugat ketiga. (dem/hes/ong)