RADAR JOGJA FILE
MASIH PAKAI TARIF LAMA:Taksi tengah melaju di jalanan kota Jogja, angkutan jenis ini belum menurunkan tarifnya karena masih menunggu perubahan mesin penghitung tarif atau argo dan tera.
JOGJA – Surat Keputusan (SK) Gubernur DIJ tentang pe-nyesuaian tarif dasar rupanya belum bisa dijalankan oleh operator perusahaan angkutan. Terutama bagi para operator perusahaan taksi di Jogja. Para operator taksi beralasan, perlu waktu untuk meng ganti mesin penghitung tarif atau argo dan tera
.Ketua Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) DIJ Agus Adriyanto menjelaskan, perlu waktu sekitar dua minggu untuk mengubah argo dan tera. “Para operator taksi harus mendatangkan teknisi dari Surabaya dan Bandung untuk mengubah argo dan tera,” kata Agus kepada wartawan belum lama ini.
Menurutnya, mesin peng-hitung tarif tersebut mem-butuhkan teknisi khusus. Sebab tidak semua orang bisa me-ngubah argo. Karena bila me-sin tersebut ditangani oleh mereka yang bukan ahlinya, bisa menyebabkan kerusakan atau paling tidak hitungan tarif bisa eror.
Agus menyatakan, dalam waktu dekat Organda DIJ mengumpulkan operator pengusaha taksi agar nantinya serempak melakukan perubahan argo. Saat ini, Organda masih melakukan sosialisasi pe-nyesuaian tarif baru sesuai SK Gubernur Gubernur bernomor 21/Kep/2015 kepada semua operator angkutan umum di DIJ.”Kami ingin penerapannya serentak oleh seluruh operator taksi. Diharapkan pekan ini untuk semua angkutan per-kotaan sudah menerapkan tarif baru,” kata Agus.
Seperti diketahui, Gubernur DIJ Sri Sultan Hamengku Buwono X sudah menan-datangani Surat Keputusan (SK) Gubernur bernomor 21/Kep/2015. Dalam surat ter sebut, SK berisi penyesuaian tarif angkutan, pasca turunnya harga BBM. SK itu sendiri sudah mulai diberlakukan sejak 26 Januari lalu.
Salah satu sopir taksi Antono mengatakan, operator taksinya memang belum melakukan perubahan tarif. Hal tersebut dikarenakan pihaknya masih menunggu teknisi untuk me-lakukan perubahan pada argo taksi.”Rencana akan dilakukan bersama-sama. Karena setelah SK dikeluarkan, para operator dan sopir taksi sudah men-dapatkan pemberitahuan,” jelas sopir taksi yang tergabung dalam perusahaan Pamungkas ini. (bhn/ila/ong)