JOGJA – PT Pegadaian (Per-sero) Area Jogja tidak akan menambah outlet baru dalam meningkatkan pertumbuhan pen-dapatan pada tahun ini. Pegadaian akan lebih fokus pada peningkatan pertumbuhan disektor produk diluar gadai.Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Jogja Anna Savitri me-ngatakan hingga saat ini, jumlah outlet Pegadaian Jogja di wi-layah DIJ, Purworejo dan Mage-lang mencapai 87 unit.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 outlet bergerak di Pegadaian Syariah.”Jumlah tersebut dirasa cukup untuk meningkatkan per-tumbuhan bisnis mencapai 15 persen di 2015. Kami akan fokus mengoptimalkan sektor industri kreatif dan UMK di DIJ melalui kredit mikro,” kata Anna saat ditemui di kantornya belum lama ini.
Menurut Anna, sebagai daerah dengan industri kreatif yang beragam, Jogja lebih mem-butuhkan suntikan modal kerja. Kebutuhan itu, lebih diupayakan untuk sektor kredit mikro. Apa-lagi, sambungnya, saat ini per-tumbuhan ekonomi DIJ sedang mengalami pertubuhan.
Hal tersebut dibuktikan dengan pertumbuhan kredit yang positif, di mana berdasarkan catatan Pegadaian Area Jogjakarta per-tumbuhan kredit mikro tahun lalu mencapai Rp 5,4 milar atau tumbuh sebesar 113,92 persen.”Pertumbuhan ekonomi di DIJ bagus. Ini kami buktikan di mana sejumlah produk yang kami tawarkan melebihi target yang ditentukan,” terangnya.
Tahun lalu, sebutnya, peman-faatan nasabah kredit mikro mencapai 500 orang dengan jumlah kredit antara Rp 3 juta hingga Rp 150 juta.Untuk itu, pihaknya akan meng-galakkan realisasi di sektor kre-dit mikro. Penguatan kredit mikro tersebut akan dilakukan di seluruh outlet yang dimiliki.
Anna menjelaskan, Pegadaian saat ini memberi layanan serba bisa. Selain transaksi gadai, masyarakat juga bisa me nikmati transaksi jual pulsa, membayar rekening listrik dan telepon, hingga layanan transfer uang. Disamping memiliki produk kredit mikro, ada beberapa pro-duk lain yang siap kami pasarkan.
Misalnya, untuk investasi emas, Pegadaian menawarkan arisan emas yang diikuti enam orang per kelompok.”Jumlah gram emas dan besaran dana yang dikumpulkan, di-tentukan oleh masing-masing kelompok menyesuaikan harga pasar,” terangnya. (bhn/ila/ong)