GUNUNGKIDUL – Peribahasa Jawa anak polah bopo kepradah, tengah dilalui dua orang tua pemeran foto selfie bugil di Gunungkidul. Wali murid ter-sebut dipanggil pihak sekolah dan diminta lebih maksimal dalam menjaga perkembangan serta pergaulan anak.Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunung-kidul Bahron Rosyid. Dia menje-laskan, berdasarkan keterangan pihak sekolah tempat kegiatan belajar mengajar (KBM), foto sel-fie bugil itu memang diperankan anak didik mereka.
Diketahui, foto-foto beredar luas melalui akun facebook. Penye-bar foto seronok tak lain adalah teman pelaku sendiri. Modusnya, ponsel dipinjam lalu foto pribadi di-copy paste kemudian diunggah melalui media sosial.”Penyebar foto selfie bukan yang bersangkutan. Handphone milik yang bersangkutan dipinjam teman kemudian membuat akun facebook mengatasnamankan pelaku,” kata Bahron, kemarin (2/2).
Mencegah terulangnya kasus serupa, dinas meminta kepada seluruh sekolah untuk mening-katkan pengawasan. Razia hand-phone milik siswa juga digalakkan. “Tidak hanya melibatkan pihak sekolah, orang tua hingga masya-rakat kami minta kerja sama,” pintanya.Di bagian lain, dokter kejiwaan RSUD Wonosari Ida Rochma-wati mengatakan, fenomena foto bugil merupakan tanggung jawab semua pihak. Karena kasusnya tidak lepas dari pola asuh dan lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, dia meminta semua pihak untuk tidak menghakimi secara sosial.”Kurang bijaksana kalau kita langsung memutuskan bila pelaku bersalah, tanpa mengetahui per-masalahan sejak awal,” kata Ida.
Menurutnya, jika dilihat dari kacamata ilmu psikologi, foto selfie merupakan bentuk aktual-isasi dan kebutuhan perhatian. Orang tersebut berharap menda-patkan penilaian positif. Namun kalau kemudian foto selfie sudah melebihi norma kepatutan, per-lu dites psikologinya.”Perlu dicari latar belakangnya. Apakah sekadar fenomena so-sial, adanya gangguan diri atau ada tujuan dan maksud tertentu,” ujarnya.
Sebelumnya, warga sempat di-hebohkan beredarnya foto selfie pelajar tanpa sehelai benang pun. Kasus pertama, foto selfie bugil bergambar seorang perempuan mengambil gambar dengan ban-tuan tongkat narsis (tongsis). Foto itu diduga diambil di dalam se-buah kamar. Pemeran foto diketa-hui bernama EM, seorang siswi sebuah SMP Negeri di Wonosari.
Sementara foto selfie bugil lainnya bergambar seorang perempuan telanjang setengah badan. Foto tersebut juga diambildi dalam sebuah kamar mandi. Pemeran foto bugil diduga berinisial S, warga Wonosari. (gun/ila/ong)