MAGELANG – Sebagai salah satu pihak yang disebut-sebut oleh kalangan lembaga swa-daya masyarakat (LSM) di Kota Magelang, akhirnya Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Magelang Ch Yonas Nusantrawan Bolla ST ikut menge-luarkan suaranya. Sebelumnya, oleh kalangan LSM, Yonas ikut dalam mengkondisikan proyek APBD 2014, termasuk dalam komitmen satu persen.
Pria yang sebelumnya men jabat Kabid Bina Marga ini saat di-konfirmasi menegaskan tidak tahun-menahu.”Kok tanya saya. Saya tidak tahu-menahu lho. Dan saya tidak punya kapasitas,” tegas Yonas kemarin (2/2).Ketika dikonfirmasi soal nama dirinya beberapa kali disebut kalangan LSM, Yonas meminta waktu mengklarifikasinya ter-lebih dahulu dengan pihak yang menyebut namanya. Termasuk soal adanya pertemuan dirinya dengan kalangan LSM di RM Desa Chantika, Trunan, se minggu yang lalu. Kembali, Yonas me-ngaku, tidak membahas soal pengkondisian.”Tidak membahas soal komit-men tersebut. Hanya per temuan biasa. Yang jelas, saya minta waktu untuk mengklarifikasi terlebih dahulu masalah ini pada yang mengeluarkan statemen,” pintanya.
Hingga berita ini diturunkan, Yonas tidak memberi kete rangan lagi.Direktur LSM Lembaga Kajian Otonomi Daerah (LKOD) Magelang M. Abdurrohman dan Direktur LSM Derap PKM Singgih Prihono tetap bersikukuh pihaknya menjalin komunikasi dengan Yonas dan Ketua Gapensi Kota Magelang Nugroho Riyadi. Bah-kan, keduanya siap di klarifikasi dengan pihak-pihak terkait.”Kami tidak sembarangan bi-cara. Kami ada dasarnya. Kami juga punya bukti. Silahkan kalau mereka (Yonas dan Riyadi) mau berkelit,” tegas keduanya.
Sebelumnya, pihak yang ber-kompeten menjawab serempak. Yakni, mereka menegaskan tidak tahu mengenai dugaan peng-kondisian proyek-proyek di Kota Magelang dan setoran satu persen ke kalangan LSM setempat. Sebelumnya, pihak DPU Kota Magelang yang mengelak untuk berbicara. Kemudian, Ketua Gapensi Kota Magelang Nugroho Riyadi.”Saya tidak tahu soal itu mas,” kata Nugroho Riyadi via sam-bungan telepon.
Sebelumnya, sejumlah LSM di kota sejuta bunga membe-berkan masalah pembagian kompensasi sebagai bentuk pengkondisian proyek. Mereka mengaku bakal diberi kompen-sasi sebesar satu persen dan menolaknya. Selain M. Abdurrohman dan Singgih Prihono, hadir dalam pertemuan ada Pimpinan LSM Masyarakat Kota (Maskot) Suharto dan Kun Wira Wiyasa, Pimpinan LSM Garda Lima Sularto, Pimpinan LSM Garuda Bambang Tedjo dan Wahyu Priyono, serta lainnya.Bambang Tedjo meminta pihak yang mengeluarkan statemen soal pengkondisian proyek bisa bertemu dengan pihak yang di-anggap bakal melakukan komit-men. (dem/hes/ong)