JOGJA – Status tersangka yang disandang Ketua KONI Kota Jogja Iriantoko Cahyo Dumadi mulai diusik. Pegiat antikorupsi dan penggemar olah raga mendesak ke-pada Iriantoko segara mengundurkan diri dari jabatan ketua KONI Jogja. Desakan ini muncul karena status Iriantoko sebagai tersangka dugaan korupsi hibah bola voli Yuso dikhawatirkan akan berimbas pada proses dunia olah raga di kota gudeg.”Secara etika dan aturan AD/ART KONI, Iriantoko harus mundur. Jangan sampai du-nia olahraga di Kota Jogja mandeg gara-gara satu orang yang kini ditetapkan sebagai tersangka korupsi hibah olah raga,” kata Ke-tua Forum LSM DIJ Benny Susanto kemarin.
Seperti diketahui, Kejari Jogja sedang me-nyidik kasus dugaan korupsi hibah bola voly Yuso senilai Rp 537,4 juta. Dalam perkara ini, kejari telah menetapkan dua orang sebagai tersangka yaitu Bendahara Yuso Wahyono Hariyadi dan Ketua KONI Jogja Iriantoko Cahyo Dumadi.Status tersangka yang disandang Irian-toko mulai berimbas pada anggaran hibah bagi KONI Jogja. Pada 2014, Kesbang Pora Pemkot Jogja tidak berani mencairkan dana hibah karena ketua KONI Jogja men-jadi tersangka. Benny berharap, Iriantoko legowo meninggalkan jabatannya demi kemajuan olah raga di Kota Jogja.”Pada 2015 ini KONI Jogja mendapat alo-kasi hibah sebesar Rp 14,9 miliar. Jangan sampai dana hibah ini tidak cair lagi gara-gara satu orang. Pembinaan atlet olah raga dan kegiatan olah raga di Kota Jogja harus ada, jangan sampai vakum,” terang Benny.
Apabila Iriantoko tak mau mundur, Ben-ny meminta Wali Kota Haryadi Suyuti se-gera turun tangan. Sebagai wali kota, Ha-ryadi harus segera bersikap agar pembi-naan prestasi olah raga di kota ini tetap jalan. “Jangan didiamkan, kasihan atlet dan masyarakat,” ungkap Benny.Kasi Pidsus Kejari Kota Jogja Aji Prasetyo SH mengatakan, dari dua berkas penyidik baru me-limpahkan satu berkas yaitu atas nama tersang-ka Wahyono Hariyadi. Saat ini penyidik sedang berupaya melengkapi berkas Iriantoko agar da-pat segera dilimpahkan ke jaksa penuntut. “Se-cepatnya berkas tersangka Wahyono akan kami daftarkan ke pengadilan,” kata Aji. (mar/laz/ong)