HERI SUSANTO/RADAR JOGJA
BELAJAR DEMOKRASI: Anak-Anak SDN Sosrowijayan, Kota Jogja, saat belajar di kantor DPRD DIJ, Jalan Malioboro, Jogja, kemarin (3/2

Tanya Pencegahan Banjir, Mainkan Kursi Dewan

Jika biasanya kantor dewan penuh oleh para politikus, siang kemarin (3/2) gedung DPRD DIJ justeru berbeda. Kantor wakil rakyat ini malah penuh dengan anak-anak SDN Sosrowijayan yang sengaja datang untuk melihat langsung kinerja anggota legislatif ini.
HERI SUSANTO, Jogja
SIANG kemarin kantor wakil rakyat se-DIJ ini sebenarnya lengang. Hari itu dewan me-mang tak memiliki agenda untuk meng-gelar rapat kerja di kantornya. Hanya siang menjelang sore sekitar pukul 14.00, baru ada agenda rapat Panitia Khusus (Pansus) Transjogja. Masyarakat yang menyampaikan aspi-rasi pun sedang tak ada. Baik aktivitas demonstrasi maupun audiensi. Bisa dibi-lang kantor dewan kemarin memang le-ngang.
Tapi, sesaat menjelang tiba tengah hari, 20 anak-anak yang mengenakan seragam celana merah dan baju putih bergerombol masuk. Mereka langsung duduk nglesot di lobi tengah kantor dewan. Sambil saling bercanda, mereka mengaku ingin belajar di kantor dewan.Guru pendamping Bernadus Rupiyanto kemudian masuk ke kantor sekretariat de-wan (setwan). Rupiyanto rupanya menyam-paikan maksud dan tujuan mereka datang ke kantor dewan itu.
Kemudian, staf setwan masuk ke ruangan fraksi mencari wakil ra-kyat.Akhirnya, ada anggota Fraksi PKS DPRD DIJ Nursasmito yang siang itu standby di ruangan fraksi. Ia pun yang didapuk untuk menjadi pencerita bagi siswa-siswa SD ter-sebut mengenai pekerjaannya sebagai penyambung lidah rakyat
Setelah ada wakil rakyat yang bisa menemui para siswa ini, anak-anak kemudian berlarian menuju Ruang Lobi I. Mereka berebut di kursi empuk dewan. Bahkan, beberapa anak langsung menaiki kursi depan yang bia-sanya untuk pimpinan.”Eh, nggak ada yang duduk di sini,” tutur seorang siswa terse-but yang lantas berlari untuk bersama dengan rekan-rekannya.
Acara pun dimulai. Nursasmito membuka forum tersebut dengan salam. Ruangan ini pun langsung menggema dengan jawaban salam kompak dari anak-anak. “Wa’alaikumsalam warahmatul-lahi wabarakatuh,” jawab me-reka seperti suara koor.
Anggota Komisi B ini kemu-dian melanjutkan perkenalan dirinya. Di saat Nursas, sapaan akrabnya, bercerita soal peker-jaan, anak-anak malah anteng. Mereka tak mengeluarkan sua-ra. Tapi, bukan berarti mereka menyimak apa yang disampai-kan.Beberapa anak asyik dengan kursi empuk wakil rakyat itu. Salah satu anak memilik duduk menengadah dengan memba-ringkan kepala di busa kursi. Beberapa lagi memainkan kur-si dengan memutar-mutar kur-si yang berwarna kuning itu. “Anak-anak terlalu nyaman du-duk di kursi bapak dan ibu dewan. Karena biasanya menggunakan kursi kayu,” tutur Rupiyanto.
Beberapa saat penjelasan dari Nursas selesai, mulailah tanya jawab. Dengan lugu anak-anak ini mulai berebut untuk berbicara dengan mic berbentuk tongkat kecil itu. Bahkan, hanya karena ingin bicara dengan mic, Muhammad Adytia Pratama, siswa kelas tiga, memperkenal-kan diri.”Nama saya Muhammad Ady-tia Pratama,” katanya, kemudian terdiam.
Saat ditanya pertany-aan yang disampaikan, ia pun menjawab,” Nggak tahu,” yang lantas disambut tawa dari staf Setwan dan rekan-rekannya.Sang Ketua Kelas Romi, yang sejak awal terlihat menyimak penjelasan Nursas mengenai aspirasi masyarakat yang bisa disampaikan misalnya soal ban-jir di pinggir sungai langsung menanyakan. “Bagaimana men-cegah banjir?” tanyanya yang kembali mengundang tawa.
Nursas yang siang itu juga ha-rus berperan sebagai guru pun nampak tersenyum dahulu se-belum menjawab. Ia mengatakan, jika banjir bisa dicegah dengan hidup disiplin tidak membuang sampah di sungai. “Kalau di daerah pegunungan Merapi misalnya, jangan menebang pohon. Karena daerah resapan,” jawabnya.
Rupiyanto menuturkan, kema-rin memang dirinya menjadwal-kan anak-anak belajar di luar ruang kelas. Ini sebagai mata pelajaran IPS untuk mengenal profesi di sekitar sekolah tersebut. “Tadi dari kantor polisi, tukang becak, penjaga teteg, dan terakhir ke sini. Agar anak-anak memi-liki cita-cita tinggi melebihi gu-runya,” jelasnya. (*/laz/ong)