HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
SIDAK: Komisi II DPRD Kulonprogo saat melakukan inspeksi mendadak atas keluhan pedagang lama di Pasar Jombokan yang tidak mendapatkan jatah kios, kemarin (3/1).
KULONPROGO – Rehab kios Pa-sar Jombokan, Pengasih tahap per-tama tahun anggaran 2014 sudah selesai. Samun sebagian pedagang lama yang siap kembali menem-pati pasar justru tidak kebagian kios. Mereka mengeluhkan sistem pembagian kios yang dilakukan Disperindag dan ESDM Kulon-progo yang dinilai kurang adil.
Salah satu pedagang Marjono, 45, mengungkapkan, saat sosiali-sasi jelang rehab kios, pemkab berjanji memberikan jatah kios bagi pedagang lama yang mem-punyai lapak. Namun setelah di-renovasi pedagang lama justru tidak mendapat jatah kios. “Saya dulu juga sudah mempunyai lapak di pasar ini, dan sekarang tidak kebagian,” terangnya.
Pedagang lain, Miyem, 48, meng-ungkapkan hal senada, dia juga tidak mendapatkan jatah kios. Sehingga terpaksa menggelar dagangannya di lapak tidak permanen. “Saya ber-harap ada keadilan dalam pemba-gian kios di pasar ini,” ungkapnya.
Merespons keluhan itu, Ketua Komisi II DPRD Kulonprogo Muh-tarom Asrori dan anggota Komisi II melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Jombokan, kema-rin (3/2). Muhtarom menyatakan akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait, supaya dalam pem-bagian kios nantinya tidak memun-culkan masalah. “Saya akan menyampaikan keluhan dan temuan di lapangan, sehingga pembagian kios bisa adil dan dapat diterima secara legawa oleh semua pihak. Khususnya para pedagang lama,” ucapnya. (tom/ila/ong)