ZAKKI MUBAROK/RADAR JOGJA
KOMITMEN: Para pembicara dalam acara Sarasehan Budaya Kesenian dalam Keistimewaan di rumah dinas bupati Bantul, kemarin (3/2).
BANTUL – Serapan dana keis-timewaan (danais) pada tahun lalu terbilang masih minim. Dari nilai Rp 523 miliar danais pada tahun lalu, serapan ang-garannya hanya sekitar 64 persen. Selain tahapan pencairan dari pusat, kendala minimnya serapan ini juga karena ketidak-tahuan para stakeholder tentang mekanisme pengajuan danais.
Kepala Dinas Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset (DPPKA) DIJ Bambang Wisnu Handoyo menegaskan, DIJ se-benarnya mampu mengelola dan memanfaatkan danais. Hanya saja, tahapan pencairan danais dari pemerintah pusat pada tahun lalu memaksa realisasi program-program tak maksimal.”Tahap pertama tahun lalu pada Mei. Lalu harus ada revisi lagi hingga sekitar baru selesai. Setelah selesai baru tahap kedua berjalan,” terang BWH- sapaan akrabnya usai menjadi narasumber pada acara Sarasehan Budaya Kesenian dalam Keistimewaan di rumah dinas bupati, kemarin (3/2).
Sehingga, realisasi program-program pada pencarian angga-ran tahap ketiga pada Oktober pun tak bisa berjalan maksimal. Me-skipun demikian, BWH mengaku bersyukur atas kebijakan dari pe-merintah pusat itu. Sebab, bagai-mana pun juga penyusunan la-poran pertanggungjawaban (LPJ) harus dibuat dengan benar. Para pengguna danais saat ini masih belum terbiasa dengan penyusu-nan LPJ dengan cepat. “Ini sambil membenahi administrasi,” ujarnya.
Namun demikian, mekanisme pencarian danais pada tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Tak ada lagi batasan-batasan tahapan pencarian. BWH menambahkan, sejumlah stakeholder yang mengakses danais juga masih belum mengetahui mekanisme pengajuan. Seharusnya, penga-juan danais melalui proposal kepada dinas kebudayaan di masing-masing kabupaten. Meng-ingat, dinas kebudayaan dipercaya sebagai kuasa pengguna angga-ran (KPA) danais. Proposal-proposal ini kemu-dian akan disusun oleh dinas dalam berbagai program tahunan.
“Mungkin seniman-seniman masih belum menger-ti caranya,” ungkapnya.
Mantan bupati Bantul Idham samawi menyarankan agar pela-ku seni dan insan budaya kerap menggelar berbagai pertemuan untuk membahas danais. Ini agar danais dapat terserap maksimal. Ini terjadi karena berbagai usu-lan mereka akan ditampung oleh dinas kebudayaan untuk dima-sukkan dalam program tahunan mereka. (zam/din/ong)