JOGJA – Suksesi kepemimpinan Uiniversitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga (Suka) belum usai. Setelah pemilik suara mendaulat Akhmad Minhaji sebagai Rektor UIN Suka, kini kampus Islam tertua di tanah air tersebut sedang sibuk menyeleksi calon wakil rektor yang akan mendampingi Minhaji. Sejak pendaftaran dibuka dan ditutup kemarin, panitia seleksi (Pansel) telah menerima tujuh orang yang ingin berebut posisi wakil rektor. Tujuh orang tersebut, terdiri dari dua profesor, dan tiga orang doktor.
Mereka adalah Prof Dr Sutrisno, Prof Dr Dudung Abdurahman, Dr Waryono, Dr Maizer Said Nahdi, Dr Sri Sumarni, Dr Kamsi, dan Dr Siti Ruhaini Dzuhayatin. Hari ini (4/2), ke-7 kandidat tersebut akan mengikuti uji kemampuan dan kepatutan.”Tim penguji calon wakil rektor adalah tokoh-tokoh yang berkom-peten, seperti mantan rektor, man-tan pejabat Kemenag RI, dan psi-kolog,” kata Ketua Pansel Wakil Rektor Sri Wahyuni kemarin (3/2).
Sebelumnya, nama-nama ke-7 kandidat telah diserahkan ke Rek-tor UIN Suka Akhmad Minhaji. Dari tujuh kandidat, akan dipilih tiga orang untuk menduduki po-sisi wakil rektor. Yakni, posisi wakil rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Bidang Administrasi Umum, Perenca-naan dan Keuangan, serta Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama. “Proses seleksi ini dilakukan se-cara transparan dan akuntabel,” terang Wahyuni.
Rektor UIN Suka Akhmad Min-haji mengatakan, uji kemampuan dan kepatutan para calon wakil rektor dilakukan untuk menda-patkan sosok wakil rektor yang kompeten dan kredibel mendu-duki posisi tersebut. Sebagai per-guruan tinggi Islam, keberadaan UIN Sunan Kalijaga sangat diper-hitungkan di kalangan akade-misi, terutama di lingkungan perguruan tinggi di bawah naungan Kementerian Agama RI.”Penetapan wakil rektor UIN Sunan Kalijaga harus bisa men-jadi model bagi perguruan tinggi agama lain di Indonesia,” harap Minhaji. (mar/jko/ong)