JOGJA – Operasional bus bersubsidi, Transjogja, akhir berlanjut. Kekhawatiran mulai 6 Februari mendatang Transjogja mandeg terjawab sudah. Eksekutif dengan Panitia Khusus (Pansus) Transjogja DPRD DIJ bersepakat melanjutkan kontrak dengan PT Jogja Tugu Trans (JTT).Alhasil, perusahaan yang merupakan gabungan saham dari lima pemilik trayek di Kota Jogja itu kembali menjadi opera-tor Transjogja. Ini juga atas hasil konsul-tasi Pemprov DIJ ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). “Kami sepakat demi layanan kepada masyarakat,” kata ang-gota Pansus Transjogja Huda Tri Yudiana kemarin (3/2).
Politikus PKS ini mengatakan, lampu hijau tersebut demi pertimbangan layanan Transjogja. Masyarakat yang selama ini memanfaatkan bus umum itu sudah cukup banyak. Jika berhenti, akan berisiko terhadap aktivitas warga.Tapi, bukan berarti wakil rakyat menye-tujui begitu saja. Mereka mengajukan beberapa persyaratan yang harus segera dipenuhi PT JTT dan pemprov. Di anta-ranyaload factor (jumlah penumpang), standar pelayanan minimum (SPM), dan besaran subsidi biaya operasional ken-daraan (BOK).”Kami tidak mau ada kerugian negara. Itu akan jadi alasan kami saat audit BPK nanti-nya. Ini (perpanjangan kerja sama dengan PT JTT, Red) adalah kondisi darurat,” terang Huda.
Sekretaris Provinsi (Sekprov) Ichsanu-ri mengaku, perpanjangan itu hanya berlaku sampaiJuni 2015. “Selama lima bulan kami akan lakukan evaluasi se-cara menyeluruh operasional Transjog-ja,” tuturnya.
Dari hasil evaluasi itu, lanjut Ichsanuri, pihaknya akan membuat mekanisme baru operasional Transjogja. Juga menentukan kelanjutannya dengan lelang terbuka atau penunjukan langsung.Bahkan opsi operasional dilaksanakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) mi-lik Pemprov DIJ turut menjadi kajian.
Jika nantinya memenuhi, bukan musta-hil PT Anindya Mitra Internasional (AMI) selaku pemilik 20 bus Transjogja menda-patkan izin trayek operasional Transjog-ja itu.Terhadap konsekuensi hukum, Sekprov mengaku pihaknya sudah berkonsultasi dengan BPK. Apalagi, di laporan hasil pe-meriksaan (LHP) tak menyebut lelang ter-buka. Hanya pengadaannya disesuaikan dengan ketentuan yang ada. “Tidak me-nyalahi. Rekomendasi tidak menyebut itu,” kata Ichsan. (eri/laz/ong)