ADIDAYA PERDANA/RADAR JOGJA
SAPU BERSIH: Koramil Bandongan ikut mengamankan kelestarian burung hantu dari pemburu. Burung hantu yang dilindungi adalah jenis Tyto Albam spesies yang memiliki kemampuan hebat memangsa tikus.
MUNGKID – Ancaman serangan hama tikus di persawahan di Kecamatan Ban-dongan menghantui petani. Hasil panen para petani kian terancam gagal, karena serangan hama tikus. Untuk mengatasinya, kelompok petani tengah mempersiapkan langkah jitu. Kelompok tani di Desa Ban-dongan melakukan upaya penangkaran burung hantu jenis Tyto Alba.Hewan itu merupakan predator alami hama tikus.Kepala Desa (Kades) Bandongan M. Achmad mengatakan, Kecamatan Ban-dongan merupakan endemik hama tikus kedua setelah Kecamatan Grabag.
Ba-nyak lahan pertanian kerap gagal panen, karena serangan hama ini. Padahal dari 363 hektare lahan yang ada, 247 hektare merupakan lahan pertanian.Dengan adanya burung hantu ini, diha-rapkan bisa memasyarakatkan musuh alami hama tikus. Selain itu, jumlah se-rangan diharapkan juga berkurang.”Masyarakat bisa menikmati hasil panen mereka dan menunjang kesejahteraan mereka,” harapnya kemarin (4/2).
Hewan yang juga predator alami hama tikus ini merupakan bantuan Pemkab Magelang melalui BPPKP (Balai Penyuluh Pertanian dan Ketahanan Pangan). Kades Bandongan melanjutkan, penang-karan di kandang sepanjang delapan meter, lebar enam meter, dan tinggi enam meter itu baru berlangsung selama dua bulan ini. Ada tujuh pasang burung han-tu yang dikarantina di kandang penang-karan. Kandangnya ada di belakang kan-tor Balai Desa Bandongan.Saat ini, pihaknya menyiapkan sejumlah rumah burung hantu (rubuha) yang akan ditempatkan di beberapa titik. Jika ru-buha tersebut telah siap, burung hantu dipindah dari tempat penangkaran.Untuk mengantisipasi adanya perburuan burung ini, pihak Pemdes Bandongan mem-buat peraturan desa (perdes).
Selain itu, dilakukan sosialisasi dan pemasangan leaflet tentang larangan penangkapan satwa ini.Selain berencana membuat perdes, se-lama penerapan pemeliharaan burung hantu ini, Koramil Bandongan bekerja sama dengan berbagai pihak mengaman-kan kelestarian burung dari pemburu. Melalui kerja sama tersebut, Komandan Daerah Rayon Militer (Danramil) Ban-dongan Kapt Inf Mudjtahidin berharap, jenis burung tersebut tidak diburu.
Menurut Mudjtahidin, burung hantu jenis Tyto Alba merupakan salah satu spesies yang memiliki kemampuan hebat memangsa tikus. Menurutnya, dalam setiap malam, satu ekor burung bisa me-mangsa tikus minimal dua ekor dan maksimal 10 ekor. Dalam satu tahun, bisa 12.300 ekor. (ady/hes/ong)