JOGJA – Kejati DIJ kembali menda-patkan dukungan dari masyarakat dalam menjalankan tugasnya. Kali ini, Gerakan Anti Narkotika (Granat) DIJ mendesak kejati segera melaksanakan eksekusi mati kepada terpidana kasus narkotika di Sleman. “Kami kawal proses hukum kasus narkoba. Pro dan kontra eksekusi ma-ti pasti ada. Tetapi mengingat bahaya narkoba, kami mendorong segera ada eksekusi,” ujar Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah Granat DIJ Feryan H Nugroho saat audiensi di Kejati DIJ, kemarin (4/2).
Menurutnya, di DIJ ada satu terpi-dana mati dalam kasus narkotika yaitu kurir narkoba jenis heroin Mary Jane Fiesta Veloso, 29. Mary adalah kurir sabu jaringan internasional. Pe-rempuan itu ditangkap di Bandara Adisutjipto Jogja saat membawa he-roin 2,622 kilogram pada 24 April 2010.
Hakim Pengadilan Negeri Sleman menjatuhkan hukuman mati karena ia terbukti melanggar pasal 114 ayat 2 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Saat ini, perempuan tersebut mengaju-kan upaya hukum peninjauan kem-bali (PK) ke MA. “Sayangnya, kurir itu mengajukan PK,” tegasnya.
Ia menyatakan, daya rusak narkoba memang sangat tinggi. Pihaknya selalu mengedukasi masyarakat tentang bahaya barang haram itu yang bisa mengakibat-kan kematian. Para aktivis antinarkoba itu membantu aparat untuk pencegahan dan pemberantasan narkotika. Tidak hanya itu, bahkan menambah satuan tugas dalam memerangi pere-daran narkotika yang marak beredar di masyarakat dan kampus. Beberapa kampus dibuat satuan tugas untuk membantu pemberantasan narkotika. “Pihak Kejaksaan Tinggi juga mau menerima laporan jika ada jaksa yang nakal dalam kasus narkotika,” tandas kata dia. (mar/laz/ong)