HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
SEGAR: Buah naga hasil budidaya dengan sistem organik yang dikembangkan sentra Buah Naga Kusumo Wanadri, Temon tepatnya di kawasan Pantai Glagah, kemarin (4/2).
KULONPROGO – Perayaan Imlek tinggal 14 hari lagi, sementara permintaan dan harga buah naga mengalami peningkatan cukup drastis. Momen jelang Imlek memang selalu ditunggu para pembudidaya buah naga. Salah satunya di sentra Buah Naga Kusumo Wanadri, tepatnya di kawasan objek wisata Pantai Glagah.”Kenaikan harga sudah terjadi sepekan lalu, dari Rp 25 ribu kini menjadi Rp 35 ribu per kilogramnya,” terang salah satu pengelola Per-kebunan Buah Naga Kusumo Wanadri Nazara, kemarin (4/2).
Nazara mengungkapkan, setiap mendekati Imlek memang selalu terjadi tren kenaikan permintaan dan harga. Jika hari-hari biasa permintaan hanya mencapai satu ton per minggu, mendekati Imlek bisa mencapai tiga ton per minggu.”Kami hanya memiliki lahan budidaya seluas 2,5 hektare, sementara dengan jumlah produksi yang masih terbatas kami terpaksa melakukan penolakan. Sebetulnya produk kami sudah memiliki izin ekspor tapi kami belum mampu kirim,” ungkapnya.
Nazara menambahkan, selama ini pihaknya masih melayani para pengunjung atau konsumen yang datang dari berbagai daerah. Seperti dari seputaran Jogjakarta, Jateng, Bandung, Surabaya dan Jakarta. Nazara menjelaskan kenapa buah naga banyak diburu jelang Imlek, karena warga Tionghoa mempercayai buah ini memiliki hoki atau mem-bawa berkah. “Sebetulnya ada dua jenis buah naga, yang berdaging putih dan merah. Namun yang paling digemari dan dicari yang merah, karena kandungan nutrisinya memang lebih tinggi,” ungkapnya.
Salah satu pembeli Alfina Injongrang menyatakan, ia tertarik membeli buah naga di Kusumo Wanadri karena dibudidayakan secara organik. Menurutnya, kesegaran dan cita rasanya cukup berbeda.”Organik kan terbebas dari bahan kimia, tentunya lebih sehat dan lebih segar. Khasiatnya banyak bisa untuk menambah stamina, daya tahan tubuh dan menetralkan gula darah,” ujarnya. (tom/ila/ong)