DWI AGUS/IWA IKHWANUDIN/RADAR JOGJARADAR JOGJA
LOLOS: Pemain SMA John de Britto (JB) Blasius Jaya Sabda (5) melewati hadangan dua pemain SMA Budi Mulia Dua, JB menang 55-49. Pemain SMAN 4 Jogja Larasati Putri Utami (putih) berhasil melewati foward SMA Stella Duce 1 Audi Christianan (8) kemarin (4/2).

Patbhe Buka Peluang Hattrick Champion

 
JOGJA – Pertemuan antara tim putri SMA 4 Jogja (Patbhe) versus SMA Stella Duce 1 (Stece) yang tersaji dalam fantastic four Honda DBL D.I. Jogjakarta Series 2015 kemarin (4/2), lebih pantas disebut final. Sebab, kedua tim memertontonkan hiburan berkualitas untuk penonton yang memadati GOR UNY.Kejar mengejar angka tak terelakkan. Sayangnya, dalam sebuah pertanding-an bola basket, hanya ada satu tim yang bisa meraih kemenangan
Patbhe yang bermain lebih konsisten hingga kuarter terakhir, keluar sebagai pemenang dengan skor 40-35.Sebenarnya, di awal pertan-dingan berjalan begitu baik un-tuk Stece. Pada kuarter pertama, tim besutan Jeremia Abadi Ta-rigan itu sanggup menguasai permainan dan meraih keung-gulan 13-8.Sayang pada kuarter kedua, performa Stece menurun. Patbhe dengan leluasa mampu mem-bombardir ring Stece.
Meskipun mengalami scoreless, Stece ma-sih bisa mempertahankan ke-unggulan 13-12.Barulah pada kuarter ketiga, malapetaka menghampiri Stece. Dari sisi offense Albertin Lud-winna dkk memang tak ada masalah karena sukses mem-bukukkan 12 poin tambahan.
Namun dari sisi defense, Stece amburadul. Paint area mereka, terlalu mudah dieksploitasi ba-risan big man Patbhe. Patbhe pun berbalik unggul 27-25.Awal kuarter keempat, Stece nampak tak berdaya menghada-pi Patbhe. Namun setelah kuar-ter terakhir berjalan lebih lima menit, Stece mendapatkan angin. Sempat tertinggal 27-32, mereka memperkecil kedudukan jadi 31-32.Stece semakin mendapat ang-in segar setelah pemain andalan Patbhe, Maydlin Albright ter-kena foul out pada kedudukan 33-31 untuk Patbhe.
Sayang, hilangnya Maydlin tak mampu dimanfaatkan betul oleh Stece. Patbhe justeru berhasil mem-buat scoring run. Laga berakhir dengan skor 40-35 untuk Patbhe.Usai pertandingan,,Pelatih Patbhe Johan Palagan menga-takan, permainannya menga-lami peningkatan jika diban-dingkan saat berhadapan dengan SMAN 6 Jogja (Namche) di big eight. “Awal pertandingan, anak-anak seperti tidak tenang. Namun masuk kuarter ketiga, luar biasa,” katanya bangga
Agresivitas di paint area men-jadi kunci kemenangan Patbhe. Dari 40 angka yang dibuat, 26 di antaranya berasal dari paint. Distribusi poin para pemain Patbhe juga terbilang merata. Hanya empat penggawa yang mengalami scoreless pada laga lawan Stece.”Laga ini memang berbanding terbalik dengan big eight. Wak-tu di big eight, sebaran poin per pemain parah. Sebaliknya se-baran poin Stece pada big eight lumayan. Sekarang, hanya se-dikit pemain kami yang gagal cetak poin. Sedangkan Stece ada enam pemainnya yang scoreless,” tambah Johan.
Kesuksesan menembus final, membuka peluang tim putri Patbhe mencetak hattrick cham-pion di ajang Honda DBL D.I.Jogjakarta Series. Selain itu,Patbhe juga sangat mungkin mengawinkan gelar putra dan putri. Sebelum kemenangan tim putri, tim putra mereka sudah terlebih dulu mengunci satu tiket ke final party, setelah men-galahkan SMAN 1 Sewon (Sma-se) 58-36 (baca beritanya hala-man 6).
Di pihak Stece, pelatih Jeremia Abadi Tarigan menyatakan tim asuhannya tidak bermain kalah bagusnya dengan Patbhe. Bah-kan dari sisi rebound, mereka menang. Ya, Stece mencetak 46 rebound berbanding 33 yang dimiliki Patbhe.Sayangnya, kata Abadi, para pemain Stece kurang berani mengaksekusi second chance poin setelah mendapatkan offensive rebound. “Rebound-nya banyak baik yang defensive maupun of-fensive.
Sayangnya setelah dapat offensive rebound anak-anak kurang berani melakukan attempt. Karena itu attempt kami pun kalah,” ucapnya.Di partai putra, Patbhe bakal ditantang JB di final party, yang kemarin menang tipis dari BMD, 55-49. Dalam sejarah DBL Jog-jakarta Series, tim ini sudah ketemu tiga kali, yakni Series 2012, 2013 dan 2014. Namun tradisi JB agak buruk karena dalam tiga pertemuan tersebut, JB kalah dua kali. “Tapi kami bukanlah tim yang terpengaruh pada tradisi. Kami buktikan kalau JB dapat mengalahkan Patbhe,” tegas Kapten JB Graziano Chrisma. (nes/jko/ong)