MUNGKID – Kasus penambangan ilegal di lereng Merapi memasuki babak baru. Satu pelaku yang tertangkap tanganmenambang di Kecamatan Dukun ditetapkan sebagai tersang-ka. Bahkan, pelaku atas nama Abas Ichwan Ansori ditahan Polres Magelang.Kasat Reskrim Polres Magelanng AKP Isman-to Yuwono menyatakan, pihaknya memeriksa sejumlah saksi. Termasuk enam orang pelaku yang berada di lokasi saat penangkapan. Enam saksi adalah Karyono alias Bagor, 23; Sugiyono, 23; Andi Purnama, 47; Muh Talim, 35; Alifian Chandra, 30, dan Edi Eri Wibowo, 27.
Pelaku penambangan ilegal alat berat dima-sukkan sel setelah menjalani pemeriksaan, terkait kasus penambangan ilegal di Kecamatan Dukun. Ia dijerat UU Pertambangan dan Mi-neral Batubara. Dengan demikian, Abas teran-cam penjara maksimal 10 tahun dan atau denda maksimal Rp 1 miliar. Abas merupakan tersangka pertama kasus penambangan pasir Merapi dalam kurun lima tahun terakhir.Kapolres Magelang AKBP Rifki menjelaskan, penyidik memutuskan menahan Abas setelah menjalani proses pemeriksaan polisi. Sebelumnya, ia sudah ditetapkan sebagai tersangka, setelah tertangkap tangan menambang dengan alat berat.
Menurut kapolres, Tim Khusus (Timsus) Anti-penambangan Liar Polres Magelang sudah mela-kukan penyisiran ke beberapa titik di kawasan sungai yang berhulu di Merapi. Di antaranya Kali Pabelan, Senowo, Tringsing, Putih, Lamat, Blongkeng, dan Kali Bebeng-Krasak untuk men-cari penambang ilegal lainnya. Timsus berhasil menyegel 12 alat berat dan menyita 22 aki.Saat ditemukan, ke-12 alat berat tersebut dite-mukan dalam kondisi tidak beroperasi. Sehing-ga pelaku tidak tertangkap tangan, meski kon-disi mesin masih hangat. Ada juga belasan alat berat lain yang disembunyikan di pekarangan warga. “Bagi yang tertangkap tangan akan kami tindak tegas. Yang tidak tertangkap tangan akan dilakukan pembinaan,” katanya. (ady/hes/ong)