RADAR JOGJA FILE
KANTOR BARU: Pegawai di Kantor OJK DIJ sebanyak 43 pegawai, mereka harus menyelesaikan aduan. Terlihat Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad dan Gubernur DIJ HB X yang meninjau kantor baru OJK DIJ belum lama ini.
JOGJA – Tugas berat dipikul oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIJ dalam menciptakan iklim keu-angan yang sehat di Jogjakarta. Dengan jumlah pegawai yang terbilang minim, OJK dituntut untuk bisa melakukan pengawa-san terhadap sejumlah industri jasa keuangan yang beroperasi di Jogjakarta.
Kepala Kantor OJK DIJ Dani Surya Sinaga mengungkapkan, jumlah pegawai di Kantor OJK DIJ sebanyak 43 pegawai. Dari jumlah tersebut terdiri dari 21 pegawai organik dan 22 pegawai nonorganik.”Saat ini kewenangan kami mela-kukan pengawasan industri keu-angan bank. Untuk jasa keuangan nonbank, masih tersentralisasi di OJK pusat,” terang Dani ke-pada wartawan ditemui di kan-tornya, Rabu (4/2).
Dengan skuad yang ramping tersebut, OJK tetap harus me-nyelesaikan aduan masyarakat yang masuk setiap harinya. Pada Januari tahun ini saja, layanan konsumen keuangan OJK telah menerima 56 aduan.Sejak OJK beroperasi di Jogjakarta 2014 lalu pihaknya telah menerima 178 aduan. Dari jumlah tersebut, pengaduan terbayak berasal dari industri perbankan diikuti oleh industri asuransi.Penanganannya, sebut Dani, dimuai dari menyurati lembaga yang bersangkutan sampai dengan mempertemukan kedua belah pihak. Biasanya, pengaduan yang diterima oleh OJK terkait dengan persoalan kredit perbankan.”Biasanya, kasus yang muncul adalah aset debitur yang dijual oleh pihak bank karena masa tenggat pembayaran sudah ber-akhir. Ada pula kasus perpanjangan masa kredit dan peninjauan kem-bali kredit,” jelasnya.
Menurut Dani, semakin melek masyarakat terhadap literasi ke-uangan, semakin besar tanggung jawab OJK dalam memfasilitasi persoalan-persoalan keuangan. Apalagi jumlah industri keuangan bank maupun nonbank di Jogja-karta semakin besar.Berdasarkan data Desember 2014, jumlah jaringan kantor per-bankan yang telah beroperasi di kabupaten dan kota di DIJ men-capai 811 kantor. Jumlah tersebut berasal dari bank umum pemerin-tah maupun swasta serta bank perkreditan rakyat,”Paling banyak jaringan kantor perbankan ada di Sleman. Jum-lahnya mencapai 280 jaringan kantor perbankan,” terangnya.
Sementara itu, untuk industri keuangan nonbank, OJK men-catat terdapat 101 perusahaan yang beroperasi di DIJ, di mana mayoritas didominasi industri asuransi dan perusahaan pem-biayaan. Sedangkan untuk indu-stri pasar modal, papar Dani, saat ini terdapat 17 perusahaan efek dengan total 25 kantor cabang yang telah dibuka di seluruh DIJ. Total investor pasar modal DIJ sendiri tercatat hampir 7.000 investor.”Dalam mewujudkan keuangan yang sehat tersebut, kami akan terus berkoordinasi dengan pemda dan Bank Indonesia yang selama ini sudah terjalin,” terangnya. (bhn/ila/ong)