Lebih Aman Konsumsi Buah Lokal Saja

Larangan peredaran apel Granny Smith dan Gala yang dikemas di Bidart Bros, California, Amerika Serikat, langsung mendapatkan tindak lanjut Tim Jejaring Pengamanan Pangan DIJ. Dari hasil penyisiran tim tersebut sejak Selasa (27/1) silam, 298 kg apel impor pun telah diamankan.
HERI SUSANTO, Jogja
TIM yang terdiri atas Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan, Dinas Perindus-trian, Perdagangan, dan Koperasi, Balai Karantina Pertanian Kelas II dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan, kemudian menyita seluruh apel yang dilarang itu. Me-reka juga melakukan uji laboratorium ter-hadap apel-apel tersebut.
Hasilnya, dari uji laboratorium yang dila-kukan, 32 kg apel yang dilarang beredar itu tak ditemukan mengandung bakteri Liste-ria Monocytogenes. Bakteri yang menyebab-kaninfeksi listeriosis (infection listeriosis) atau menyerang sistem kekebalan tubuh yang lemah.”Negatif. Tidak terindentifikasi mengandung Listeria Monocytogenes,” ungkap Kepala BPOM DIJ Gusti Ayu Aryapami kemarin (4/2).
Ayu menjelaskan, meski tak mengandung bakteri yang sudah menyerang di negeri asalnya itu, pihaknya menahan seluruh apel tersebut. Ini sesuai instruksi dari Direktorat Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan per tanggal 30 Januari 2015 yang melarang pe-redaran apel itu.
Apel Granny Smith dan Gala yang banyak beredar di pasaran, imbuh Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindagkop UKM DIJ Eko Witoyo, berasal dari Washing-ton. Bukan dari California yang mengguna-kan merk dagang ranny’s Best dan Big B. “Tidak banyak kami temukan apel dari Ca-lifornia,” imbuhnya. Eko menjelaskan, temuan itu didapatkan dari penyisiran di supermarket, distributor, dan tempat perdagangan buah impor. Se-lama operasi itu pihaknya mengamankan 298 kg
Tapi, hanya 32 kg yang berasal dari Bidart Bros, California. Selama ini peredaran apel im-por maupun pangan segar lain sangat ketat untuk masuk DIJ. Semua pangan segar masuk ka-rantia di Balai Karantina Kelas II Jogjakarta. “Bawa satu apel saja, itu akan kami tahan,” kata Fungsional Pengendali Orga-nisme Pengganggu Tumbuhan Balai Karantina Pertanian Kelas II Jogjakarta Kristiana Ika Rini.
Larangan impor bahan maka-nan segar sangat jelas diatur di Peraturan Menteri Pertanian No 42 Tahun 2012. Dalam aturan itu menegaskan pangan segar hanya boleh masuk melalui Pe-labuhan Tanjung Perak Surabaya, Pelabuhan Laut Soekarno-Hat-ta Makasar, Pelabuhan Belawan Medan, dan Bandara Soekarno-Hatta Jakarta.
Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) DIJ Arofah Noor Indriani men-gatakan, penahanan apel impor ini mereka lakukan sampai ada penjelasan lebih lanjut. Setelah larangan dicabut, pihaknya be-rani kembali memberikan keleluasaan pedagang memper-jualbelikan apel itu. “Warga tolong konsumsi buah lokal. Hindari dulu buah impor tak berlabel,” pintanya. (*/laz/ong)