GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
BERIKAN LAMPU HIJAU: Menteri Perhubungan RI Ignatius Jonan (dua dari kanan) saat berada di Bandara Adisucipto Jogjakarta kemarin (5/2). Jonan memberikan lampu hijau pembanunan bandara baru di Temon, Kulonprogo.
KULONPROGO – Menteri Perhubung-an RI Ignatius Jonan meninjau langsung lokasi rencana pembangunan bandara baru di Temon, Kulonprogo, kemarin (5/2). Dalam kunjungan singkatnya, Jonan memberikan lampu hijau terkait rencana pembanunan bandara baru tersebut.Jonan menyempatkan diri berkeliling melihat lokasi patok bandara di Kebon-rejo, juga menyusuri Pantai Congot dan Glagah.
Dalam kesempatan itu, dia di-dampingi sejumlah petinggi PT Ang-kasa Pura (AP) I dan Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo.”Lokasi bagus, untuk persoalan yang masih ada, saya menyarankan Angkasa Pura I menyelesakannya dengan baik-baik,” ujarnya.
Jonan menambahkan, pembangunan bandara baru di DIJ sangat penting. Itu karena Bandara Adisutjipto sudah sangat padat dan melebihi kapasitas. Jonan juga menyebutkan soal pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), terma-suk keberadaan rel kereta api dan jalan utama yang terintegrasi dengan pusat kota. “Nantinya tentu akan ada kereta api dan bus yang rutenya langsung ke pusat kota,” ungkapnya.
Terkait perizinan, Jonan memastikan memberikan dukungan. Dia berharap semua pihak bisa mendukung dalam menyelesaikan semua yang masih ber-masalah, seperti pembebasan lahan dan penolakan sebagian warga. “Saya ke sini baru lihat-lihat lokasi, soal perizinan mestinya oke,” ucapnya.
Direktur Umum PT AP I Tommy Soeto-mo menjelaskan, anggaran pembangunan bandara baru di Temon nilai mencapai Rp 6 triliun hingga Rp 8 triliun. Dengan perkiraan luas lahan bandara mencapai 630 hektare hingga 650 hektare.”Proses pembangunan tentu masih panjang prosesnya, kami tetap berusaha mengikuti jadwal sesuai dengan undang-undang,” jelasnya.
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo meminta ketegasan Kemenhub dalam pembangunan bandara di Kulonprogo, sekaligus meminta saran dalam proses pembangunannya. “Kami ingin kejelasan sekaligus saran jika ada persoalan di tengah jalan, terutama saat proses pembangunan bandara berlangsung,” tandasnya. (tom/ila/ong)