SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA
MENCARI KEADILAN: Sumardi Harta dan Sumartin, orang tua Maulana Rasidi, korban meninggal dunia yang diduga dianiaya oknum polisi, kemarin (5/2) memenuhi panggilan Propam Polda DIJ. Mereka dimintai keterangan, setelah sebelumnya membuat laporan tentang kejanggalan kematian anaknya.
SLEMAN – Sumardi Harta, 53, dan Sumartin, 46, orang tua Maulana Rasidi, 23, korban meninggal dunia yang diduga dianiaya oknum polisi, kemarin (5/2) memenuhi panggilan Unit Profesi dan Pengamanan (Pro-pam) Polda DIJ. Mereka tiba di Sentra Pelayanan Propam Polda DIJ pukul 11.30.Mereka dimintai keterangan, setelah sebelumnya membuat laporan tentang kejanggalan meninggalnya Maulana Rasidi.
Mereka juga menduga jika anaknya tewas setelah dianiaya oknum polisi.Saat datang ke Propam Polda DIJ, keduanya tak didampingi penasihat hukum. Sesekali Sumardi dan Sumartin berbincang didalam Sentra Pelayanan Propam Polda DIJ. Ia juga tampak memegang berkas yang diberikan oleh petugas jaga. Di dalam ruang tersebut kurang lebih 15 menit, keduanya lalu bergeser ke ruangan lainnya. “Iya, kami datang ke Polda DIJ untuk mem-berikan keterangan. Kemarin kita kan sudah buat laporan,” kata Sumartin sembari bergegas ke ruangan lain di Propam Polda DIJ.
Tak banyak yang mereka jelas-kan. Mereka hanya mengikuti prosedur yang berjalan. Pihak keluarga tetap menduga bahwa ada kejanggalan atas meninggal-nya Maulana. Sebab, di jasad korban terdapat luka lebam dan memar pada bagian kepala.
Pemanggilan orang tua korban di Propam Polda DIJ untuk dimintai keterangan cukup lama. Hingga kemarin (5/2) pukul 15.30, mereka masih dimintai kete-rangan. Melalui pesan singkatnya, Sumartin hanya menjawab jika ia masih diruang penyidik. “Ini masih di ruang penyidik,” kata dia.
Dia kembali menegaskan, bahwa kejadian yang menimpa anaknya harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Pihak keluarga mendorong agar Polda DIJ bisa melakukan langkah profesional dan proporsional dalam mengusut kasus ini. Sebab, ada dugaan oknum polisi yang melakukan penganiayaan terhadap Rasidi. “Intinya tetap sama, kami meminta agar kejadian ini diselesaikan sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya. (fid/din/ong)