SETIAKY A.KUSUMA/RADAR JOGJA
PEMALSUAN DOKUMEN: Kapolresta Jogja Kombes Pol R Slamet Santoso saat menunjukkan barang bukti berikut dua tersangka (belakang) pemalsuan dokumen di Mapolresta Jogja kemarin (5/2).

KTP Dijual Rp 1 Juta, untuk Ijazah Rp 5 Juta

 
 
JOGJA – Polresta Jogja membongkar praktik pembuatan dokumen palsu. Mulai dari ijazah, KTP, KK, hingga dokumen lainnya yang berkaitan dengan dinas instansi di DIJ. Praktik ini sudah beroperasi sejak 2010. Diduga, ada puluhan dokumen palsu yang sudah diterbitkan.
Dalam kasus ini, polisi berhasil meringkus dua tersangka yang diduga sebagai pembuat dan menjual dokumen palsu tersebut, yakni Ath, 35, warga Srimulyo, Piyungan, Bantul; dan Euw, 35, warga Bantul.Dalam praktiknya, dua tersangka ini memiliki peran masing-masing. Ath bertugas sebagai pembuat dokumen-dokumen palsu. Se-mentara, Euw, bertugas sebagai pembantu dalam pembuatan dokumen palsu, tanda tangan palsu, dan menjualnya kepada orang lain
Dalam aksinya, kedua ter sangka cukup mahir. Berbekal unit komputer, scan, print, stempel, dan kertas, keduanya mampu menyulap dokumen palsu yang mirip dengan aslinya. Khusus barang bukti berupa stempel, dua tersangka ini me-miliki ratusan stempel berbagai macam dari dinas instansi, se-kolah mulai dari SD, SMP, hingga SMA. Termasuk stempel per-guruan tinggi.”Kedua tersangka terbukti melakukan pemalsuan dokumen. Kasus ini masih terus dilakukan pendalaman penyidikan,” tegas Kapolresta Jogja Kombes Pol R Slamet Santoso di Mapolresta Jogja kemarin (5/2).
Terbongkarnya praktik pemal-suan dokumen ini berdasarkan temuan salah satu anggota Reskrim Polresta Jogja. Di mana saat itu ada seseorang yang me-nawarkan pembuatan identitas kependudukan dengan cepat tanpa melalui prosedur pada umumnya. Berangkat dari temuan itu, kepolisian melakukan pen-dalaman. Sembari melakukan penyamaran, anggota Reskrim Polresta Jogja menelisik kebe-radaan pembuat dokumen ter-sebut. Setelah dilacak, akhirnya dip-eroleh suatu alamat di kos Euw, daerah Maguwoharjo, Depok, Sleman.
Dari rumah kos tersebut, dikembangkan penyidikan hingga mengarah pada ter sangka lainnya, Ath.Tersangka Ath ditangkap di salah satu tempat di Umbul-harjo, Kota Jogja. Tempat itu yang menjadi tempat pembuatan dokumen-dokumen palsu.”Saat kami tangkap di salah satu tempat di Umbulharjo, di situ banyak dokumen palsu dan alat pendukung lainnya,” jelas Kapolresta.
Dari tangan para tersangka, polisi menyita banyak barang bukti, di antaranya satu unit komputer, ratusan stempel, satu unit printer, tiga buah dus untuk menyimpan stempel, satu boks alat pencetak surat, 1 KK, 4 buah ijazah sarjana, dan lima lembar transkip nilai.”Atas temuan ini, para ter sangka diancam pasal 264 KUHP dan 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen,” tandasnya.
Kasatreskrim Polresta Jogja Kompol Dodo Hendro Kusuma menambahkan, dalam praktiknya, tersangka memasang tarif do-kumen palsu itu bervariasi. Untuk KTP, dipatok dengan harga Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. Se-dangkan untuk ijazah dipatok Rp 2,5 juta hingga Rp 5 juta.”Dugaan kami, sudah banyak orang yang membuat dokumen palsu tersebut. Saat ini, masih terus kami kembangkan,” kata-nya.
Atas kejadian ini, Polresta Jogja mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam mengurus dokumen. Terlebih, pembuatan dokumen tersebut, jelas-jelas menyalahi aturan. Polresta Jogja juga se-gera berkoordinasi dengan semua pihak. Mengingat banyak nama yang dicatut untuk kepentingan praktik pembuatan dokumen palsu tersebut. (fid/jko/ong)