ZAKKI MUBAROK/RADAR JOGJA
KEMBANGKAN PARIWISATA: Bupati Bantul Sri Surya Widati bersama sejumlah pejabat di lingkungan pemkab melakukan survei ke sejumlah lokasi cagar budaya dan objek wisata Senin (2/2). Termasuk di jembatan gantung Kedungmiri, Imogiri ini.
BANTUL – Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Dis-perindagkop) sepertinya tidak mau ketinggalan momentum. Di balik rencana pembangunan tujuh kawasan cagar budaya dan pemetaan objek pariwisata, disperindagkop berancang-ancang mendirikan dua pusat kuliner baru. “Di Pasar Imogiri lama dan Lapangan Pleret,” terang Kepala Disperindagkop Bantul Sulistyanta, kemarin (5/2).
Dua lokasi ini dinilai cukup strategis. Pasar Imogiri lama berada di tepi jalur utama menuju kompleks Makam Raja-Raja Imogiri. Sedangkan Lapangan Pleret merupakan bekas wilayah kerajaan Mataram Islam. Menurutnya, disperindagkop pernah mensurvei dua lokasi ini beberapa waktu lalu. Survei ini untuk menentukan penataan lokasi sekaligus sebagai bahan per-timbangan konsep pusat kuliner. “Kalau dekat dengan lokasi wisata kemungkinan besar juga akan menjadi jujugan para wisatawan meskipun sekadar mampir,” ujarnya.
Sulis, sapaan akrabnya, mem-perkirakan menu-menu di dua pusat kuliner ini akan menonjolkan hidangan khas Bantul. Di Pasar Imogiri lama misalnya, menu hidangan utamanya adalah pecel dan wedang uwuh. Namun demi-kian, Sulis belum dapat memastikan konsep yang akan diterapkan. Termasuk di antaranya konsep bangunannya. “Bangunan ke-mungkinan dibuat semi permanen seperti pusat kuliner di kompleks Makam Raja-Raja Imogiri,” ungkapnya.
Sulis berharap keberadaan dua pusat kuliner yang rencananya bakal direalisasikan pada tahun depan ini mampu mendorong perkembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Dengan demikian, roda perekonomian masyarakat pun akan terus berputar.Bupati Bantul Sri Surya Widati bersama sejumlah pejabat di lingkungan pemkab mulai roadshow survei ke sejumlah lokasi cagar budaya, Senin lalu (2/2).
Kegiatan ini sebagai bagian dari upaya pemkab melakukan pemetaan seluruh cagar budaya dan objek pariwisata yang berpotensi dapat dikembangkan.
Roadshow pertama fokus di wilayah Bantul Timur. Ada beberapa cagar budaya dan objek pariwisata yang ditinjau. Di antaranya, Bendung Tegal, Kedung Miri, Bukit Hijau, bekas pasar Imogiri, Gazebo Wisata Giriloyo, Makam Pangeran Cirebon, Situs Kerto, masjid dan pasar Pleret. Kemudian, Masjid Gede Kotagede, Watu Gatheng, dan area parkir Songosaren, Banguntapan. “Kami survei karena diminta untuk mengajukan beberapa kawasan ke provinsi,” terang Ida, sapaan akrabnya di sela-sela roadshow.
Roadshow survei berikutnya akan dilakukan lagi hari ini. Roadshow ini giliran menyasar ke cagar budaya dan objek pariwisata di wilayah Bantul tengah dan Barat. (zam/din/ong)