GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
LOGO BARU: Gubernur DIJ HB X meresmikan “Jogja Istimewa” sebagai logo dan tagline baru Jogjakarta di Gedung Pracimosono, Kompleks Kepatihan kemarin (5/2).
JOGJA – Setelah menjadi polemik di media sosial, logo dan tagline Jogja Istimewa akhirnya sudah final. Tim 11 bentukan dari Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X memutuskan logo baru Jogja dengan tagline Istimewa ini siap dilaunching 7 Maret nanti. Dipilihnya tanggal tersebut, bukan tanpa alasan. Sebab pada kenyataannya, tanggal 7 Maret nanti bertepatan dengan peringatan ke-27 tahun penobatan Sri Sultan Hamengku Buwono X menjadi Raja Kasulatanan. Ia dinobatkan menjadi raja dan berganti nama dari KGPH Mangkubumi pada 7 Maret 1989
Ketua Tim 11 Herry Zudianto menjelaskan, launching logo nanti, sekaligus menjadi pe-nanda kebangkitan Jogjakarta atau renaissance. “Kami men-cari kata yang tepat, Jogja Gumbregah. Kata yang pas, tapi sulit untuk diartikan dalam bahasan Indonesia,” jelas man-tan Wali Kota Jogja ini, di hada-pan para bupati, dan kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di kota, kabupaten, dan provinsi, kemarin (5/2) di Ke-patihan.
HZ-panggilan akrabnya, mengungkapkan, Jogja Istimewa ini akan menjadi simbol dari gerakan Jogja Gumbregah. Se-hingga, nantinya logo baru ter-sebut bukan hanya mampu menjadi penyemangat. Tapi, juga momentum pembangunan Jogja yang lebih unggul.
Salah seorang designer yang masuk tim 11, Arief Budiman menambahkan, logo dan tagline itu merupakan hasil rework dari 2056 orang yang telah me-nyumbangkan ide. Logo ini juga telah mengalami uji dengan berbabagai macam elemen.”Kalau benda ditempeli logo ini jadi lebih mahal, berarti logo ini memiliki value edit secara visual dan konsep baik,” tutur CEO Advertising Petak Umpet ini.
Bahkan, demi mewujudkan launching ini, tim 11 juga me-ngusulkan pemasangan billboard, atau papan reklame seluruh DIJ menjadi tempat pameran karya seni. Selain untuk memberikan suasana yang tepat, juga me-wujudkan masyarakat Jogjakarta yang memiliki nilai artistik tinggi.
Untuk rencana launching, nantinya akan dipusatkan di Alun-Alun Utara sampai Tugu. Saat launching, akan dikonsep seperti pisowanan agung. Saat itu, ada gerakan budaya ma-syarakat seluruh DIJ menyambut logo baru itu. “Akan ada semacam upacara penyerahan logo ini ke Ngarso Dalem,” imbuh HZ.
Gubernur DIJ Hamengku Buwono X menyambut positif rencana launching dan logo baru itu. Ia menuturkan, tagline Jogja Istimewa bukanlah semata-mata mengambil kata istimewa di DIJ. Tapi, memiliki makna lebih luas, istimewa secara luas.”Istimewa orangnya, istimewa budayanya, dan istimewa serba,” tandas HB X.
Di hadapan bupati, HB X juga berpesan untuk dilakukan per-siapan dengan baik. Bupati bisa mengerahkan warganya dengan menampilkan seni tradisi dari masing-masing daerah saat gelar budaya ini. “Tidak hanya diam. Ben ora koyo wong layat (Biar tidak seperti orang melayat),” tandas bapak lima putri ini.
Selain itu, sebagai gerakan Jogja Gumbregah, HB X menam-bahkan, di semua daerah bisa diawali dengan kerja bakti ma-sal. Ini diinstruksikan kepada para bupati hingga ke tingkat bawah. “Peristiwa launching bisa dilakukan dengan baik. Jangan terlalu mepet,” pintanya.Khusus mengenai pameran papan billboard, HB X turut mengapresiasi khusus. Bahkan, ia meminta bupati untuk mem-persiapkan hal tersebut. Ini agar ide baliho yang menjadi papan pameran tersebut bisa tereali-sasi. “Istimewa adalah nilai. Logo ini sudah resmi,” kata HB X. (eri/jko/ong)