Pembebasan Lahan Selesai Tahun Ini

JOGJA – Harapan warga DIJ dan sekitarnya untuk segera memiliki bandara internasional, segera terwujud. Proses reali-sasi ke arah itu kini terus dila-kukan, baik oleh Pemkab Ku-lonprogo, Pemprov DIJ, Kemen-terian Perhubungan, maupun PT Angkasa Pura I.Yang saat ini sudah dilakukan adalah sosialisasi kepada warga terdampak langsung bandara internasional di Kecamatan Te-mon, Kulonprogo, itu. Kemu-dian dilanjutkan dengan pem-bebasan lahan yang ditargetkan selesai akhir tahun 2015 ini
“Targetnya 2015 ini selesai un-tuk pembebasan lahan,” ujar Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, usai bertemu Gubernur DIJ Hamengku Buwono X di kediamannya, Keraton Kilen, kompleks Keraton Jogja, Kamis malam (5/2).Jonan menjelaskan, usai pem-bebasan lahan itu bisa dilanjut-kan proses pembangunan fisik. Atau, proyek fisik bisa mulai tahun 2016. “Kalau operasinya kapan, sekarang masih fokus sosialisasi ini dulu,” tutur man-tan Dirut PT KAI ini.
Pembebasan lahan itu, imbuh Jonan, sudah disiapkan PT Ang-kasa Pura I, Pemkab Kulon-progo, dan Pemprov DIJ. Inilah yang ia bicarakan bersama Gu-bernur DIJ HB X. “Jadi karena beliau yang punya wilayah, kami mohon izin. Minta ban-tuan,” tandasnya.Jonan mengaku, pihaknya juga membicarakan fasilitas akses ke bandara yang diproy-eksikan bernama New Yogya-karta International Airport (NYIA) itu. Di antaranya dengan ren-cana membangun akses jalur rel kereta api. Hanya saja soal daerah mana, Jonan enggan untuk membe-berkan. “Jangan dibuka dahulu. Biar harganya tidak mahal,” ke-lakarnya.
Selain rel kereta api, Kemenhub juga akan membangun fasilitas jalan raya. Fasilitas ini dengan memperlebar jalur yang sudah ada sekarang. “Bisa saja dibangun jalan tol. Tapi, jalan yang sekarang sudah cukup lebar sebenarnya,” katanya.Soal penolakan warga, Jonan menegaskan, itu merupakan hal biasa. Penolakan dan masyara-kat yang mendukung, sudah menjadi satu paket. “Tadi (Kamis sore) tidak ketemu yang meno-lak. Sama yang mendukung,” tuturnya.
Gubernur HB X mengatakan, penolakan warga terdampak langsung tidak akan mengurangi niat pembangunan bandara. “Jalan terus. Sekarang masih proses sosialisasi,” katanya.Ia menambahkan, dengan dukungan dari pemerintah pusat diharapkan pembangu-nan Bandara NYIA bisa se-gera terwujud. Hal ini bisa menjadi solusi atas mem-beludaknya kapasitas penum-pang di Bandara Adisutjipto. (eri/laz/ong)