BANTUL – Dinas Kesehatan (Din-kes) Bantul tidak dapat berbuat banyak menindak Ridho katering selaku penyedia makanan jatah lembur bagi karyawan PT Dong Young Tress Indonesia. Ini karena kantor katering penyedia makanan yang diduga sebagai penyebab keracunan masal tersebut berada di Ledok, Kotagede, Kota Jogja.”Makanya kita koordinasi dengan dinas kesehatan Jogja,” terang Kasi Surveilance Dinkes Bantul Widawati, kemarin (6/2)
.Berdasar pantauannya, saat ini masih terdapat 36 karyawan yang menjalani perawatan di Puskesmas Piyungan. Puluhan karyawan yang sebelumnya mendapatkan perawa-tan intensif di sejumlah rumah sakit sudah diperbolehkan pulang menyu-sul membaiknya kondisi mereka.Sementara itu, Bupati Bantul Sri Surya Widati mengatakan, sudah menerima laporan dari Kepala Dinkes Bantul Maya Sin-towati Pandji. Dari laporan itu terungkap, PT Dong Young Tress Indonesia ternyata tak selektif memilih katering. Pabrik pem-buat rambut palsu ini memilih Ridho katering hanya berdasar keterangan di dunia maya tanpa mengecek langsung ke kantornya. “Saya melihatnya ini memang sudah sembrono,” tegasnya.
Seharusnya, kata Ida, sapaan akrabnya, PT Dong Young Tress Indonesia berhati-hati kala me-milih katering yang akan diajak kerjasama. Terlebih lagi, pada bulan November tahun lalu pe-ristiwa serupa pernah menimpa seratusan karyawan pabrik yang terletak di Pedukuhan Banyakan, Sitimulyo, Piyungan ini. “Peru-sahaannya harus ditegur keras. Begitu juga dengan pihak kate-ringnya, tetapi kateringnya dari Jogja,” tegasnya.
Selain teguran, pemkab juga tengah mempersiapkan sanksi yang akan dijatuhkan kepada PT Dong Young Tress. Pernyataan bupati ini ber-beda dengan keterangan yang disampaikan Kabid Pelayanan Ma-salah Kesehatan Dinkes Pramudi. Saat ditemui di RS Rajawali Ci-tra Kamis (5/2) lalu Pramudi mengatakan, keracunan masal yang menimpa karyawan PT Dong Young Tress karena faktor sial saja. Sebab, pemilihan Ridho ka-tering sebagai penyedia makanan bagi karyawan hasil rekomen-dasi dari dinkes. Rekomendasi ini diberikan menyusul insiden keracunan masal pada November tahun lalu. (zam/din/ong)