MUNGKID – Berbagai pihak mendorong Pemkab Magelang membuka permasalahan penam-bangan di wilayah Merapi. Adanya dugaan oknum PNS Pemkab Magelang yang disebut-sebut meminta jatah penambangan, diminta segera ditindaklanjuti.Koordinator Gerakan Ma-syarakan untuk Transparansi dan Kebijakan (Gemasika)Ma-gelang Iwan Hermawan men-desak, pemkab transparan soal dugaan keterlibatan oknum PNS di penambangan liar. Gemasika juga ingin semuanya dibuka secara terang benderang.
Meski sebenarnya, keterlibatan oknum PNS itu menjadi rahasia umum.”Dulu pemkab sudah berjanji akan melakukan supervisi, te-tapi sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya,” kritik Iwan kemarin (6/2).
Iwan melanjutkan, kicauan ter-sangka penambangan alat berat yang menyebut oknum PNS me-minta jatah harus ditin daklanjuti. Sebelumnya, tersangka kasus penambangan alat berat Abas Ichwan Ansori, 50, warga Keca-matan Dukun membeberkan soal keterlibatan oknum PNS da-lam penambangan tersebut. “Ia menyebut seperti itu tentu bukan tanpa alasan. Jadi, saya mendesak pemkab segera mengambil langkah,” katanya.
Selain kalangan LSM, desakan serupa juga dilontarkan kalangan DPRD Kabupaten Magelang. DPRD Kabupaten Magelang mendesak bupati melakukan supervisi terhadap bawahannya.”Kicauan tersangka perlu ditindaklanjuti dan dilakukan pembuktian lebih lanjut di in-ternal Pemkab Magelang,” imbuh Anggota Komisi III DPRD Hibatun Wafiroh.
Ketua Komisi III Sobikin me-nambahkan, peraturan pe-nambangan alat berat di lereng Merapi terkesan abu-abu. Sehingga, banyak oknum yang mengambil untung di dalamnya.”Kami mengapresiasi langkah kepolisian, sehingga bisa mem-buka banyak fakta terkait penambangan. Sekarang tinggal pemkab melakukan langkah selanjutnya,” katanya.
Bupati Magelang Zaenal Arifin mengaku, belum menerima laporan soal oknum PNS yang terlibat dalam penambangan. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Magelang Erie Sadewo mengatakan, belum mendapat laporan adanya oknum PNS yang disebut tersangka. Hanya, pihaknya meminta agar keterlibatan oknum tersebut dibuktikan. (ady/hes/ong)