KULONPROGO – Keinginan Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menggenjot kualitas koperasi mendapat dukungan penuh dari dewan. Koperasi sebagai soko guru perekonomian jangan disalahgunakan menjadi kedok untuk mancari bantuan.
Pernyataan itu disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kulonprogo Titik Wijayanti, kemarin (6/2). “Saya setuju dan mendukung usaha memperkuat koperasi sehingga kualitasnya baik dan tidak memperbanyak koperasi,” terangnya.
Titik menyesalkan muncul sejumlah koperasi yang kemudian langsung hilang dari peredaran. Terlebih koperasi hanya menjadi alat untuk mencari bantuan sekelompok orang saja. “Ketika ada program bantuan muncul, setelah bantuan datang dan diterima kemudian tidak ada aktivitas,” keluhnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kulonprogo Sri Harmintarti menanggapi, upaya meningkatkan kualitas koperasi saat ini tengah digodok rumusannya. Berdasarkan data, jumlah koperasi di Kulonprogo mencapai 356 koperasi, sementara yang terdeteksi mati suri ada 25 koperasi.
“Kalau soal kolaborasi kita tengah rumuskan bersama secepatnya nanti bagaimana. Di tingkat kecamatan banyak koperasi kecil-kecil, mungkin nanti dalam satu kecamatan kita kolaborasikan dalam kerja sama atau dalam bentuk tertentu,” terangnya
Menurut Harmintarti, koperasi pegawai negeri nantinya akan didorong menjadi contoh. Pihaknya akan mendorong agar anggota koperasi belanja di koperasinya. “Agar efektif kita arahkan dalam setiap kecamatan saja,” ujarnya.
Sebelumnya, Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo sempat menyatakan pembangunan koperasi di Kulonprogo akan dimantapkan dengan memperkuat kualitasnya, dan bukan hanya sekadar jumlahnya yang banyak. “Koperasi yang kita inginkan adalah koperasi yang kuat yang manpu sejajar dan bersaing dengan pelaku usaha yang ada,” ucap Hasto. (tom/ila)