SETIAKY/RADAR JOGJA
PALSU: Kapolresta Kombes Slamet Santoso menunjukkan sertifikat dan stempel palsu yang dibuat para tersangka.
JOGJA – Polresta Jogja terus dilakukan penyelidikan terhadap kasus pemalsuan dokumen. Kepolisian sen-diri tidak menutup kemungkinan meminta keterangan kepada pihak yang dengan sengaja membuat stempel untuk mencetak ratusan dokumen palsu tersebut
Polresta Jogja sebelumnya ber-hasil membongkar praktik pem-buatan dokumen palsu. Mulai ijazah, KTP, KK, hingga dokumen lain yang berkaitan dengan dinas instansi di DIJ. Praktik ini sudah beroperasi sejak 2010. Diduga ada ratusan dokumen palsu yang sudah diterbitkan.”Penyelidikan terus kita laku-kan. Tidak menutup kemungkinan juga kita meminta keterangan ke orang yang membuat stempel tersebut,” ungkap Kapolresta Jogja Kombes Pol R Slamet San-toso kemarin (6/2).
Dua orang pelaku pembuat dokumen palsu kini tengah men-jalani pemeriksaan intensif di Satreskrim Polresta Jogja. Kedua tersangka Ath, 35, warga Srimulyo, Piyungan, Bantul, dan Euw, 35, warga Bantul, keduanya ter-bukti melakukan perbuatan pemalsuan dokumen.Lebih jauh Slamet menamba-hkan, dari temuan barang buk-ti hasil pemalsuan dokumen itu, ada beberapa stempel dinas-dinas instansi di DIJ. Bahkan ada juga pemalsuan ijazah pergu-ruan tinggi di Jogja. Termasuk sekolah-sekolah mulai dari SD sampai SMA.
Menyikapi hal ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pem-kot Jogja dan beberapa pihak lain untuk menyosialisasikan pentingnya keaslian dokumen. Terlebih, pemalsuan ini sudah mencatut instansi pemerintahan di DIJ. “Kita akan komunikasi dengan instansi terkait. Apalagi ini soal pemalsuan dokumen,” katanya.
Sebelumnya, dua orang ditang-kap atas praktik pembuatan dokumen tersebut. Ath, 35, warga Srimulyo, Piyungan, ber-tugas sebagai pembuat dokumen-dokumen palsu. Sementara tersangka Euw, 35, bertugas se-bagai pembantu dalam pem-buatan dokumen palsu, terma-suk tanda tangan palsu dalam dokumen, serta mempromosikan kepada orang lain.
Dalam menjalankan aksinya, kedua tersangka cukup mahir. Berbekal unit komputer, scaner, printer, stempel, dan kertas, ke-duanya mampu menyulap do-kumen yang bahkan hampir mirip dengan aslinya. Ratusan stempel berbagai macam dinas dan instansi, sekolah mulai SD, SMP, sampai SMA ada. Termasuk stempel perguruan tinggi, me-reka persiapkan. (fid/laz/ong)