GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
OPENING SHOW: Lebih dari 11.500 penonton bergantian memadati GOR UNY hingga meluber ke pinggir lapangan dalam partai final Honda DBL D.I.Jogjakarta Series 2015 kemarin (7/2).
JOGJA – Sebagaimana yang diprediksikan sebelumnya, ge-laran partai final Honda DBL D.I.Jogjakarta Series 2015 ke-marin (7/2) berlangsung super seru. Banyak terjadi kejutan, dan banyak penonton. Tak hanya tribun yang penuh sesak, ba-nyak penonton terpaksa digiring ke bawah (kanan dan kiri la-pangan peryandingan).Final party memang berlangsung dahsyat. Panasnya laga penentuan, semakin bergelora dengan eforia penonton yang tidak kalah spektakuler
Sebanyak 11 ribu lembar tiket yang disiapkan panitia, habis terjual. GOR UNY yang berka-pasitas 8 ribu tempat duduk, tak mampu menampung jumlah penonton. Penonton tumpah ruah hingga ke pinggir lapangan.
Events Senior Manager PT DBL Indonesia Donny Rahardian mengatakan, final party di Jog-ja beberapa tahun terakhir ter-bilang stabil, namun tahun ini sangat istimewa. “Salah satu finalis, yakni SMKN 1 Bantul baru yang pertama kali-nya masuk final. Tentu saja du-kungan suporter luar biasa,” ujarnya di sela final party, tadi malam (7/2).
Donny menegaskan, sebelum-nya final party Jogja paling dah-syat yang pernah terjadi yakni series 2013, di mana saat itu SMA Kolese De Britto jadi finalis. Namun edisi 2015 lebih dah-syat karena 11.500 penonton bergantian memenuhi GOR UNY dan menjadi rekor penonton nasional Honda DBL.”Target kami di final party 5.000 penonton, dan ini melebihi tar-get. Sehingga, ini merupakan rekor baru bagi Jogja,” ujarnya.
Menurutnya, penonton Jogja te tap luar biasa. Mereka me nun-jukkan keistimewaan dari Jogja itu sendiri. Suporter yang notabe-ne adalah para pelajar, bisa saling menghormati suporter dari se-kolah lain. “Segini banyak tidak masalah, tidak ada panas-pana-san, atau bahkan tawuran. Honda DBL bisa jadi ajang untuk melatih sportif dan kreativitas siswa,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Honda Customer Care Center (HC3) Region Head PT Astra Honda Internasional Tbk Ju-manto mengatakan, antusiasme pelajar dan masyarakat pada Honda DBL semakin meningkat. Terlihat dari eforia penonton dalam final party kemarin (7/2).”Penontonnya membludak, dan para finalis juga luar biasa. SMKN 1 Bantul sebagai wajah baru fi-nalis, dukungannya luar biasa. Permainan kedua tim sangat bagus, saling memberi perlawa-nan,” katanya.
Animo masyarakat, khususnya pelajar yang semakin baik, se-makin membuat semangat Honda untuk menjadi title part-ner Honda DBL. Selain jadi wa-dah dan memupuk bakat dalam olahraga basket tingkat pelajar, juga melengkapi dengan sup-porting event dan hadiah me-narik bagi penonton.”Tahun depan, kami akan gaung-kan jauh-jauh hari agar lebih te-rasa di sekolah-sekolah, karena ini wahana positif untuk memu-puk bakat, dan memotivasi di sisi akademis dengan memupuk sportivitas,” ujar Jumanto.
Sementara itu, dari jalannya pertandingan partai final Hon-da DBL D.I.Jogjakarta Series 2015, tim cowok SMA Kolese de Brit-to (JB) berhasil mempertahan-kan status sebagai pemegang gelar champion terbanyak Hon-da DBL D.I. Jogjakarta Series. JB berhasil mengkandaskan am-bisi SMAN 4 Jogja (Patbhe) dengan skor, 48-37. Dengan tambahan satu gelar tadi malam, memper-panjang rekor champion yang diraih JB.Sementara di bagian cewek, SMAN 4 Jogja (Patbhe) masih menjadi tim terkuat di kom-petisi basket antarpelajar SMA terbesar di tanah ini. Patbhe berhak membawa gelar juara lagi, setelah mengalahkan SMKN 1 Bantul : 31-27.
Kejutan juga terjadi untuk pe-nentuan peraih Most Valuable Player (MVP), baik untuk cewek, maupun cowok. Sebab, baru untuk pertama kalinya, seorang MVP tidak berasal dari tim kon-testan final party, dan bukan berasal dari tim juara.Sejarah tercipta pada bagian putri. Pemain SMA Stella Duce 1 (Stece) Albertin Ludwinnia menyabet penghargaan untuk pemain terbaik di Honda DBL Jogjakarta Series. Sebelum tahun ini, MVP putri selalu muncul dari peserta partai puncak. Hal yang sama terjadi di bagian putra. MVP jatuh ke pemain Pat-bhe, Muhammad Attar. Sama seperti Rara, Attar juga tak mam-pu membawa timnya meraih champion. Pada final party ke-marin, tim putra Patbhe harus puas jadi runner up, karena kalah dari SMA Kolese de Britto (JB) 37-48.
Selain lahirnya MVP di luar tim finalis, sejarah lain ter-cipta. Tak ada satu pun MVP yang berasal dari tim peraih champion.Kejutan yang sama juga terjadi untuk dance UBS ZooMee Dance Competition. Setelah sebanyak 52 tim dance menampilkan per-forma terbaiknya, akhirnya kelu-ar sdebagai juaranya, adalah SMAN 11 Jogjakarta.Ini mengejutkan, namun itulah kenyataannya. Dance SMAN 11 Jogjakarta terpilih jadi yang ter-baik setelah penampilannya di best five dalam final party, tadi malam, menujukkan performa terbaiknya. Penampilan Eleven Dance mendapat total nilai tertinggi dari tim dance lainnya, yakni SMA Stella Duce 1 berada di posisi ke-dua, SMA Budi Mulia Dua di po-sisi ketiga. (dya/nes/jko/ong)