GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
BELA KPK: Koalisi Rakyat Tidak Jelas kembali melakukan aksi meminta Presiden Jokowi untuk menyelamatkan KPK di depan Gedung Agung, Jogja, kemarin (8/2).
JOGJA – Demo mendukung Komisi Pem-berantasan Korupsi (KPK) masih marak di Jogja. Ratusan orang dari berbagai elemen yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Tidak Jelas Selamatkan KPK,kemarin (8/2) meng-gelar aksi jalan kaki dari gedung DPRD DIJ hingga Istana Kepresidenan Gedung Agung Jogjakarta
Beberapa tokoh ikut tampil dalam aksi ini. Mereka, antara lain, pimpinan Ponpes Nurul Ummahat Jogjakarta KH Abdul Muhaimin, aktivis Sekber Keis-timewaan DIJ Ki Demang, dari LBH Jogja dan para mahasiswa.Salah seorang peserta aksi Benny Susanto mengatakan, saat ini serangan kepada KPK sang-at jelas berasal dari para korup-tor. Bahkan kondisinya sudah gawat darurat, sehingga perlu dukungan masyarakat untuk menyelamatkan KPK. “Teman-teman di Jogja punya harapan gerakan sosial yang lebih kuat. Kita bagian dari du-kungan ke Jokowi, tapi dengan syarat dia memenuhi konsti-tusi yaitu mendukung pemberan-tasan korupsi,” ujar Benny.
Ia menjelaskan, upaya serang-an kepada KPK semakin kencang akhir-akhir ini. Bahkan upaya kriminalisasi terhadap pimpinan KPK sangat jelas dilakukan para koruptor dan mereka yang tidak setuju dengan pemberantasan korupsi.”Baru satu yang jadi tersangka di KPK, tapi kan yang tiga lagi sudah terlapor. Ini kondisi gawat darurat, padahal KPK terdepan dalam pemberantasan korupsi,” tandasnya.
Benny berharap Presiden Joko Widodo akan mengeluarkan Perpres tentang imunitas komi-sioner KPK. Sebab saat ini KPK sedang mengungkap kasus ko-rupsi yang sangat besar. Jika pimpinan KPK dikriminalisasi, maka KPK akan terhenti dalam memberantas korupsi.”Kami mendukung Jokowi jika dia keluarkan perpres tentang imunitas komisioner KPK. Itu bu-kan berarti komisioner kebal hukum. Tapi proses itu bisa jika masa kerja dia di KPK selesai. Perpres ini menjaga kelangsungan KPK,” tandasnya. (aga/laz/ong)