FOTO-FOTO: GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
SIAP AMANKAN: Foto bawah, Danrem 072/Pamungkas Brigjen Sabrar Fadhilah (empat dari kiri) bersama Danlanal Jogjakarta Kolonel Laut Daniel Mudji Rahadi (lima dari kiri) memeriksa pasukan dalam Gelar Pengamanan Kunjungan Presiden-Wapres, di Alun-Alun Utara Jogja, kemarin (8/2)
JOGJA – Selama tiga hari ke depan atau hingga Rabu (11/2), Kota Jogja memiliki even nasional, Kongres Umat Islam (KUI). Di acara ini, Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla dijadwalkan hadir
JK akan membuka acara di salah satu hotel di Jalan Malio-boro Jogja, hari ini pukul 11.00. Kemudian Presiden Jokowi akan memberikan arahan dan bersi-laturahmi dengan berbagai per-wakilan umat Islam itu. Inilah yang kini menjadi perha-tian aparat keamanan, TNI dan Polri. Apalagi dengan kebiasaan Jokowi berupa blusukan untuk bertemu langsung dengan rakyat. Tentara dan polisi wajib menjaga keamanan sang presiden. “Presiden adalah orang tua Kita. Mau apa saja boleh. Tugas kami amankan,” tandas Danrem 072/Pamungkas Brigjend TNI Sabrar Fadhilah usai gelar peng-amanan VVIP di Alun-Alun Utara, Jogja, kemarin (8/2).
Jenderal bintang satu ini men-gatakan, demi mengamankan kepala negara, tentara dan po-lisi akan mengerahkan kekuatan penuh. Pihaknya pun memas-tikan, pengamanan presiden selama di Jogja akan lebih dari cukup. “Saya sudah atur itu (pengerahan pasukan),” katanya.
Polisi dan tentara, sambung Fadhilah, telah menyiapkan pa-gar betis. Ini untuk memenuhi radius aman presiden dan wapres. Bahkan termasuk tempat-tem-pat yang akan dikunjungi Jo-kowi selama di Jogjakarta. “Rute yang akan dilalui maupun lokasi yang akan dikunjungi, sudah kami petakan,” tandasnya.
Selain itu, demi melancarkan acara terse-but, Danren mengimbau seluruh warga DIJ untuk turut memiliki kepedulian. Sebaiknya warga DIJ bisa berperan aktif dengan mela-porkan setiap mengetahui ada ancaman keamanan terhadap KUI. “Kita wajib bersyukur karena Jogja diperhitungkan menggelar acara ini,” tuturnya.
Ia mengajak warga Jogja bisa bersikap ramah agar kenyamanan selama kong-res dan keamanan bisa terlak sana hingga rampung. Ketua Panitia Pengarah KH Slamet Yusuf Effendi menam-bahkan, sejarah KUI tak lepas dari Keraton dan Jogjakarta. Pada KUI pertama tahun 1937, mengambil tempat di Keraton menghasilkan Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI).”Kemudian tahun 1945 me-lahirkan Masyumi dan Fatwa Jihat Umat Islam. Juga di Jogja-karta,” lanjutnya.
Slamet men-jelaskan, pada KUI tahun ini akan menggunakan tempat di Page-laran, Keraton, saat upacara pembukaan. Kemudian selama empat hari, seluruh utusan akan mengadakan kongres.
Ketua Panitia Lokal Jazir Asp menambahkan, untuk menam-bah gebyar ini pihaknya meng-instruksikan seluruh masjid di DIJ untuk memasang spanduk ucapan selamat datang. “Seba-gai bentuk penghormatan ter-hadap tamu di Jogjakarta,” pinta Jazir. (eri/laz/ong)