HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
TOTAL: Dengan kekuatan penuh dan dukungan 26 perahu karet, Tim SAR Gabungan melakukan pencarian terhadap Mulyono, yang diduga terbawa arus saat mengikuti rafting di Sungai Progo. Tim SAR telah melakukan proses penyisiran mulai Minggu (8/2) sore hingga kemarin (9/2)
KULONPROGO-Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap Mulyono, 47, warga Polokerto, Bekonang, Sukoharjo, yang menjadi korban kece-lakaan air saat mengikuti rafting di sungai Progo, Minggu (8/2) lalu.
Sedikitnya 26 perahu karet diterjunkan untuk men-carinya. Namun, hingga pukul 15.45 kemarin (9/2), hasilnya masih nihil.Tim SAR gabungan yang turun melakukan pencarian berasal dari Tim SAR Mageleng, Basarnas Semarang, Basarnas Jogja, Tim SAR Satlinmas Kulonprogo, anggota TNI/POLRI, komunitas Pemangku Sungai, tim Rescue Water dan komunitas rafting Sungai Elo dan Progo di Kulonprogo dan Magelang.
“Proses pencarian dibagi menjadi dua gelombang. Pertama tadi pagi menerjunkan 16 perahu karet, sementara gelombang kedua diterjunkan 10 perahu. Jadi total ada 26 perahu karet yang diterjunkan,” terang Heru Prasetyo, anggota Tim SAR Mageleng di sela proses pencarian, kemarin (9/2).
Heru mengungkapkan, proses pencarian terkendala cuaca buruk, yakni hujan lebat dan debit air sungai Progo yang fluktuatif. “Rencana kami akan tetap melakukan pencarian hingga besok (10/2), doakan saja semoga ada hasilnya,” ungkapnya.
Anggota Tim SAR lainnya Arif Setyo Hady menambahkan, proses pencarian korban tidak hanya dilakukan melalui penyusuran sungai dengan perahu karet, melainkan sejumlah anggota juga menyusuri bantaran kali dengan berjalan kaki.
“Setiap jeram kami berhenti untuk memastikan keberadaan korban. Karena biasanya korban terjebak dalam pusaran jeram. Namun hasilnya masih nihil. Arus yang cukup kencang menjadi kendala terberat, besok rencana kami akan turun lagi,”tambahnya.
Tim SAR telah melakukan proses penyisiran mulai Minggu (8/2) sore. Hari kedua perncarian, anggota dibagi menjadi 4 tim. Tim 1 menyusur mulai dari TKP. Tim 2 standbay menjadi water rescue. Tim 3 melakukan penyisiran melalui jalan darat. Sedangkan Tim 4 melakukan penyusuran menggunakan perahu hingga ke muara sungai Progo.
Korban Mulyono merupakan satu dari sembilan anggota rombongan wisata arung jeram di sungai Progo. Korban dikabarkan ternggelam dan hilang saat perahu karet yang ditumpanginya terbalik. Tepatnya di alur sungai Progo wilayah Pantog Wetan, Banjaroya, Kalibawang, Minggu (8/2).
Anggota Sabhara Polsek Kalibawang Bripka Santoso menyebutkan, rombongan ini adalah tenaga medis dari RS Moewardi Solo melakukan penutupan ujian anestesi. Mereka kemudian melakukan rafting dalam rangka refreshing. (tom/din/ong)