AGUNG DAMAR
JOGJA – Belum ada satu bulan menjabat, Kardi SH akhirnya memilih mundur dari jabatannya sebagai setua umum (Ketum) PSIM Jogja. Berdasarkan surat yang dilayangkannya Sabtu ( 7/2) lalu, mantan Kajari Kota Jogja tersebut mengaku tidak sanggup mengemban amanah sebagai pucuk pimpinan di klub berjuluk Laskar Mataram itu.
Salah satu anggota tim careta-ker PSIM Dwi Irianto mengata-kan, pihaknya sudah menerima pengunduran diri Kardi. Pria yang akrab disapa Mbah Putih (MP) tersebut menyatakan ke-putusan Kardi ini harus bisa diterima semua pihak. “Ya ini pilihan beliau (Pak Kardi). Kami semua harus menghargainya,” ucap mantan Direktur Utama (Dirut) PT Putra Insan Mandiri (PT PIM) ini.
Menurut MP, di masa kepe-mimpinan yang singkat, Kardin telah melakukan banyak hal. Gebrakan yang dilakukan Kardi antara lain mengirimkan surat koordinasi ke Komisi Pemberan-taan Korupsi (KPK) dan Men-dagri soal cara penggalangan dana yang dilakukan PSIM mengarungi kompetisi Divisi Utama 2015.Bahkan kata MP, surat yang dikirimkan Kardi ke KPK sudah mendapatkan balasan. Dalam balasannya, KPK tidak mema-sukkan cara pengumpulan dana PSIM ke kategori Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). “Hal itu jelas harus diapresiasi. Bayangkan karena Pak Kardi kami menda-pat pengetahuan tentang bagai-mana cara pengumpulan dana yang aman,” ucapnya.
Beruntung PSIM tidak perlu berlama-lama mencari ketum baru pengganti Kardi. Dalam rapat pleno yang digelar mana-jemen beserta tim caretaker, mereka menunjuk Agung Damar Kusumandaru sebagai manajer tim merangkap ketum.MP memastikan pergantian Ketum tidak akan mengganggu program PSIM untuk musim 2015. Termasuk persiapan teknis serta penggalangan dana yang memang sudah menjadi program dari Kardi. “Tidak ada masalah dengan persiapan tim. Semua program yang telah dicanangkan Pak Kardi akan kami lanjutkan,” beber sosok yang juga sekretaris Asprov PSSI DIJ tersebut.
Penunjukkan Agung Damar sebagai ketum didukung penuh oleh kelompok suporter The Maident. Ketua Umum (Ketum) Maident Hari Santoso menga-takan sejak awal dirinya memang ingin PSIM dipimpin orang muda sebagai Agung Damar. “Visi yang dimiliki anak muda jelas lebih jauh ketimbang yang sudah berumur. Karena itulah saya sangat yakin di tangan Agung Damar PSIM akan kembali ber-jaya,” tegasnya. (nes/din/ong)