DWI AGUS/RADAR JOGJA
MET ULTAH YA PAK: Haryadi mendapat ucapan selamat dari Imam Priono. Foto kanan, pimpinan dan karyawan Radar Jogja ikut mangayubagyo ulang tahun Haryadi kemarin (9/2).

Jadi Wali Kota karena Gula Darahnya Lebih Tinggi dari IP

Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti dan Wawali Imam Priono membantah jika selama ini mereka kurang harmonis. Momen perayaan ulang tahun Haryadi Suyuti kemarin pun digunakan untuk mengklarifikasi rumor itu. Mereka menyatakan akan tetap kompak dan bersatu hingga akhir periode jabatan tahun depan.
HERU PRATOMO, Jogja
SENIN kemarin (9/2) menjadi hari yang spesial bagi Wali Kota Haryadi Suyuti (HS). Selain hari pertamanya berkantor setelah seminggu tidak masuk karena sakit, juga bertepatan dengan hari ulang tahunnya ke-51. Perayaan sederhana pun disiapkan oleh para anak buahnya di ruang kerja wali kota.
Nasi tumpeng kuning lengkap sayur dan ingkung ayam, sudah tersedia di ruang ra-pat wali kota, saat HS mulai masuk ruang kerjanya. Nyanyian lagu selamat ulang tahun dari para pegawai pemkot yang diwakili Wawali Imam Priono, Sekretaris Kota Titik Sulastri, tiga Asisten Sekkota yakni Yuria-dijaya, Pontjosiwi dan Ahmad Fadhli serta beberapa kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan pemkot
HS pun menyalami mereka satu per satu.HS sendiri meminta kepada yang hadir di ruang rapat wali kota untuk tidak mengucapkan selamat ulang tahun. “Seharusnya bukan selamat ulang tahun karena se-benarnya umur kita berkurang. Selamat memasuki usia 51 tahun saja,” pintanya sambil tertawa.
Ketika memotong tumpeng, HS memberikan potongan per-tamanya kepada Wawali Imam Priono (IP) yang berdiri di sam-pingnya. Kesempatan itu juga digunakan untuk menepis rumor yang menyebutkan hubungan dua pucuk pimpinan Pemkot Jogja itu tidak akur. “Mohon doanya supaya bisa menyelesaikan tugas sebagai wali kota bersama wakil wali kota yang sangat saya sayangi ini,” ujar HS sambil merangkul IP.
HS mengatakan rumor yang menyebutkan dirinya dan IP tidak rukun, hanya pepesan ko-song. Bersama wawali, lanjutnya, saat ini masih fokus untuk membangun Kota Jogja, sesuai amanat yang diberikan. Dia juga memastikan tetap akan berjuang bersama untuk penyel-enggaraan tata kelola pemerin-tahan yang baik, meningkatkan kualitas pelayanan publik, pem-berdayaan masyarakat dan mem-perkuat daya saing
.Haryadi juga mengatakan su-dah melepas jabatanya sebagai Ketua Umum PSIM Jogja. Hal itu diharapkan juga bisa mem-buatnya fokus dalam pembangu-nan Kota Jogja. “Fokus kami saat ini bersama-sama untuk membangun Kota Jogja supaya tetap istimewa,” ungkapnya.
HS juga mengisahkan selama hampir seminggu lalu terserang penyakit, yang membuatnya tidak bisa beraktivitas seperti biasa. Salah satunya karena gula darahnya yang tinggi. Ia menyebut gula darahnya sampai 440 mg/dl. Sambil berkelakar, HS menga-takan bisa menjadi wali kota karena gula darahnya lebih tinggi dari IP. “Pak Imam ini kan gula darahnya baru kepala 3, saya sudah kepala 4, makanya bisa jadi wali kota,” ujarnya, dis-ambut tawa yang hadir.
IP yang dimintai komentarnya seusai acara mengatakan, dalam rangka memakmurkan dan menye-jahterakan masyarakat, wali kota dan wawali harus akur. Ia menam-bahkan perpecahan wali kota dan wawali hanya akan membuat jalan-nya pemerintahan terganggu. “Wali kota dan wakilnya tidak boleh pecah. Tugas masing-masing juga sudah diatur,” terang IP sambil tidak lupa mengucap-kan selamat ulang tahun dan lekas sembuh untuk HS.
Politisi PDIP ini pun mengung-kapkan komitmennya untuk menyelesaikan amanah yang diberikan hingga berakhir 2016 mendatang. Ketika ditanya apa-kah akan maju dalam pilkada nanti, IP menjawab masih me-nunggu aturan. Terlebih Perpu Pil kada juga masih belum jelas. “Se bagai kader partai, saya me-ngikuti instruksi saja,” jelas-nya.(*/laz/ong)