FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA
MASIH MENGANCAM: Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Salaman mengakibatkan terjadinya beberapa titik tanah longsor. Terparah di Desa Margoyoso, Salaman.
MUNGKID – Hujan lebat yang meng-guyur wilayah Kecamatan Salaman Minggu (8/2), mengakibatkan terjadinya beberapa titik tanah longsor. Terparah di Desa Margoyoso, Salaman. Tiga dapur rumah penduduk hancur terkena tebing yang longsor, sekitar pukul 16.30.
Pereng atau pinggir bukit yang longsor itu memiliki ketinggian 30 meter dengan lebar sekitar 20 meter. Selanjutnya, longsorannya menimpa dapur rumah milik Sugeng Hartono,65; Mukhsin, 70, dan Sutrisno, 60. Ketiganya warga RT 4/RW 3, Dusun Telogosari, Margoyoso. Tanah yang longsor itu sebelumnya merupakan bukit yang dikepras dan di-ratakan oleh masyarakat setempat
Kemudian, lalu dibangun rumah dengan jarak dua meter dari punggung bukit.Budi Asri Fahrudin, warga se-tempat memaparkan, tanah longsor pada Minggu sore (8/2) terjadi empat kali. Ketika itu tengah terjadi hujan lebat.”Longsornya pertama sedikit. Kemudian, longsor dalam jumlah besar,” kata penduduk yang ber-domisili di salah satu rumah yang terkena longsor tersebut.
Disebutkan, saat kejadian penghuni ketiga rumah tidak berada di tempat. Sehingga ti-dak ada korban luka dalam kejadian tersebut. Kerusakan paling parah adalah rumah milik Sutrisno.Ratusan relawan bersama ang-gota Koramil Salaman dan Kodim Magelang, serta Polres Magelang dan Polsek Salaman melakukan kerja bakti menyingkirkan tanah yang menimpa tiga rumah, Se-nin pagi (9/2).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ka-bupaten Magelang Sujadi be-serta jajarannya sempat me-lakukan peninjauan ke lokasi, kemarin pagi (9/2).Semula, ada rencana para relawan hendak mengepras bibir tebing yang longsor.
Tetapi tidak jadi dilakukan. Dikhawatirkan upaya itu malah memicu longsor susulan. “Jangan dikeruk dulu. Me-nunggu hasil kajian dari Badan ESDM kabupaten,” pinta Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Joko Sudibyo di sela kunjung-an. (dem/hes/ong)