SETIAKY/RADAR JOGJA
KUNJUNGI KUBE: Mensos Khofifah Indar Parawansa saat nyoto dan berdialog dengan warga di Bausasran, Jogja, kemarin (9/2).
JOGJA – Kelompok usaha bersama (Kube) menjadi salah satu program andalan Ke-menterian Sosial (Kemensos) untuk men-gurangi tingkat kemiskinan di Indonesia. Kube merupakan salah satu program yang dibiayai melalui bantuan sosial (bansos) dan dianggarkan lewat APBN 2015
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, hingga 2019 mendatang, pemerintah me-nargetkan tingkat kemiskinan dapat berkurang hingga empat persen dengan bansos yang digu-lirkan. Dari perhitungan Kemensos sendiri, pihaknya berkontribusi satu persen dari total target penu-runan tingkat kemiskinan nasional atau 0,2 persen per tahun.”Salah satu penerima bansos dari Kemensos yaitu Kube per-kotaan, selain juga ada Kube pedesaan,” ujar Khofifah di sela-sela kunjungannya ke Kube Se-jahtera, Bausasran, Danurejan, Kota Jogja, kemarin (9/2).
Men-urutnya, Kube yang mendapat-kan bansos dari Kemensos di-manfaatkan untuk berbagai usaha, seperti kuliner, kelontong atau laundry.Di Jogja, Mensos juga mengun-jungi Pusat Kemasan UKM. Di-rinya berharap, Kube yang me-miliki usaha dalam bidang kera-jinan dan makanan kering, juga bisa mendapatkan konsultasi dan pendampingan dalam pengema-san, desain hingga pemasaran. “Semua harus terintegrasi, se-hingga produk yang dihasilkan juga berkualitas,” jelasnya.
Khofifah menjelaskan, melalui APBN 2015 ini anggaran bansos yang dikeluarkan mencapai Rp 85 triliun. Anggaran itu terbagi dalam 17 kementerian dan lem-baga negara. Untuk Kemensos sendiri mendapatkan anggaran bansos Rp 5 triliun. “Kami juga akan berkoordi-nasi dengan kementerian serta lembaga negara lain, supaya bansos yang dikeluarkan tepat sasaran,” ujar Khofifah yang sempat mencicipi soto dari salah satu anggota Kube di pinggir Jalan Hayam Wuruk itu.
Sementara itu, Koordinator Kube Sejahtera Bausasran Ju-naidi mengatakan, kelompoknya baru mendapatkan bantuan modal pada akhir 2014 lalu se-besar Rp 20 juta. Modal itu di-bagi untuk 10 anggota masing-masing sebesar Rp 1,8 juta dan sisanya ditabung. “Ada yang un-tuk membuka usaha kelontong, soto, mi ayam, martabak manis dan laundry,” jelasnya.
Junaidi, yang mengaku sebe-lumnya sudah berjualan soto ini, mengatakan setelah menda-patkan bantuan modal turut membantu mengembangkan usahanya. Omzetnya pun seka-rang bertambah. “Tambahan modal dari Kube ini tentunya menambah pendapatan karena dagangannya juga bertambah. Dulu biasanya beli daging dua kilo, sekarang bisa sampai empat kilo,” terangnya. Di Kota Jogja, berdasarkan data Dinas Sosial Tenaga kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Jogja, saat ini terdapat 509 Kube dan usaha sosial ekonomi produktif (Usep). Jika Kube dalam satu kelompok terdiri 10 orang, Usep satu kelompok terdiri atas 30 orang dan dikhususkan untuk ibu-ibu. (pra/laz/ong