DWI AGUS/RADAR JOGJA
BERKUMANDANG: Support JB Mania membuat tim bermain mati-matian. Para pemain merinding saat teriakan JB Mania berkumandang di GOR UNY untuk memberikan dukungan ke tim mereka.
HARI Sabtu (7/2) lalu GOR UNY penuh disesaki 11.500 pa-sang mata. Merekalah para saksi kedigdayaan tim basket SMA Kolese De Britto untuk meraih gelar Champion Honda DBL D.I. Jogjakarta Series 2015.Gelar itu mereka raih dengan perjuangan yang tidak ringan. Di Final Party tim JB (sebutan untuk SMA Kolese De Britto,Red) harus dengan susah payah menundukkan tim kuat, SMAN 4 Jogja.
Bahkan di babak sebe-lumnya, Fantastic Four, tim SMA Kolese De Britto sudah dipre-diksi kalah saat melawan tim SMA Budi Mulia Dua.”Bangga banget akhirnya bisa menang. Apalagi banyak yang ngeremehin. Wajar sih karena pada pertemuan sebelumnya, lawan BMD apa Patbhe, kami lebih sering kalah. Jadi semacam tim underdog. Tapi akhirnya dengan berjuang keras kami bisa meraih trophy ke empat kalinya,” ujar Rwin Allen, pemain bernomor punggung 12.
Meski mayoritas pemain tim JB dari kelas X, tapi mereka enggak minder. Karena para senior memberi banyak nasihat dan masukan. Selain itu, ke-keluargaan dalam tim juga terbentuk sangat baik. “Sebelum final, kami nginep bareng di villa daerah Palagan. Di sana kami tidur bareng, curhat. Bahkan saling sharing dan kasih masukan. Itu yang bikin satu tim bisa main enjoy, enggak minder. Saling memberikan energi posi-tif satu sama lain,” tutur Allen ketika di tanya soal rahasia JB bisa jadi champion.
Sementara sang kapten tim, Graziano Chrisma Benaya me-nambahkan, selain berjuang di lapangan, mental tim sang-at terangkat karena kebera-daan JB Mania (sebutan supor-ter SMA Kolese De Britto). Katanya, dukungan dari luar lapangan dengan berbagai yel-yel dan nyanyian yang bergema di GOR UNY membuat para pemain basket SMA Kolese De Britto semakin bersemangat. “Yel-yel para supporter itu membuat kita main mati-ma-tian. Kita merinding saat teman-teman mulai berteriak men-dukung tim kita,” kesan Chris-ma mantan kapten tim basket SMP Pangudi Luhur 1 Jogja.
Hansen Evandore pemain dengan nomor sepuluh, sekaligus Six Man JB juga merasakan hal sama. “JB mania udah seperti pemain ke-tiga belas buat kami. Mereka se-perti player, bukan lagi sekadar supporter. Kalo enggak ada me-reka, satu tim jadi kacau rasanya,” ujar mantan Kapten tim SMP Stella Duce 1 Jogja. Selain itu coach dan jajaran official juga selalu memoti-vasi dengan menyebut tim basket JB menolak mati. Arti-nya, menolak kalah dan gugur di event basket pelajar terbe-sar se Indonesia ini. “Meski menang, tapi aku masih harus banyak berlatih, biar di event-event selanjutnya bisa mem-berikan prestasi serupa untuk JB, dan tentu target jangka panjangnya kembali menjadi champion di DBL tahun de-pan,” tegas Hansen MVP JRBL 2013. (ata/man/ong)